Ringinanom. Itu adalah satu-satunya tempat yang muncul di benaknya. Lare Angon memang tak punya tempat lain untuk kembali. Setidaknya ia harus tahu bagaimana nasib Juragan Prana sepeninggalnya. Kini ia berjalan gontai memasuki memasuki Ringinanom. Sengaja menunggu surup agar tak ada yang melihat. Bocah itu juga menghindari lewat jalan-jalan utama.Lare Angon berhenti di depan regol. Rumah itu masih sama. Tak ada yang berubah. Kecuali bagian atap depan yang tampaknya telah diperbarui setelah rusak karena pertarungan. Hanya saja suasana begitu sunyi. Pintu regol juga tertutup rapat meski hari belum masuk wayah sirep bocah.Lare Angon menghela napas. Menenangkan dadanya yang berdebar kencang. Kenangan buruk tentang yang terjadi di halaman rumah itu memenuhi ingatan.Seseorang tiba-tiba melintas di halaman. Sepertinya sedang mengambil sesuatu."Kang Sukra?" Panggil Lare Angon setengah berteriak.Orang itu menoleh. Mendekat ke arah regol."Lare Angon? Kau masih hidup?" Seru Sukra tak perc
최신 업데이트 : 2025-10-05 더 보기