Clara menatap Adit dengan lembut, ekspresinya melembut dari CEO tegas menjadi wanita yang mulai terbuka. "Kamu tidak pernah cerita tentang keluargamu, Arjuna."Adit menjawab dengan nada datar, tapi ada bayangan kesedihan di matanya. "Karena tidak ada yang perlu diceritakan, Bu.""Alicia," koreksi Clara lembut. "Kalau kita sedang sendiri, panggil aku Alicia."Adit terdiam sebentar, lalu mengangguk pelan. "Alicia."Clara tersenyum kecil, tapi tetap mempertahankan ekspresi karakternya. "Lebih baik. Sekarang cerita. Tentang keluargamu."Dialog berlanjut, semakin dalam, semakin personal. Adit mulai merasakan chemistry yang Clara bangun; cara dia menatap, cara dia mengatur nada suara, bahkan jeda-jeda yang dia buat. Semuanya terasa natural.Setelah sekitar setengah jam reading, mereka berhenti sejenak untuk istirahat."Wah, kamu cepet belajarnya, Dit," kata Clara sambil meregangkan leher. "Padahal film pertama kamu kan tidak ada adegan sedalam ini emosinya."Adit tersenyum kecil. "Makanya a
Last Updated : 2026-02-08 Read more