“Tuan Keenam, apakah Anda baik-baik saja?” Suara Aria bergetar pelan.“Aku baik-baik saja.” Bobby memaksakan diri berdiri tegak. Ia mengambil jas dari tangan Aria, menepuk-nepuknya hingga debu dan bau darahnya berkurang, lalu memakainya kembali. Setelah itu, ia menggenggam tangan Aria, melangkah santai namun penuh tekanan ke arah Kakek Lan.“Aku sudah memberimu muka,” ucapnya dingin. “Tapi kalau kau berani menyentuh orang-orangku lagi, aku pastikan kau tidak akan bisa meninggalkan Jiangcheng hidup-hidup.”Begitu kalimat itu jatuh, ia mengangkat kaki dan menendang kursi kayu tempat Kakek Lan duduk. Kayu itu langsung patah dua, membuat sang tetua jatuh tersungkur dengan wajah terkejut dan memalukan.Bobby bahkan tak menoleh. Ia menarik Aria dan berjalan pergi.Baru beberapa langkah, sebuah payung hitam terbuka di atas kepala mereka.Ainsley berdiri di sana, elegan dengan jas panjang hitamnya.“Menang?” tanyanya datar.Bobby mengejek sambil membusungkan dada. “Tentu. Aku hajar mereka sam
Huling Na-update : 2025-11-15 Magbasa pa