Nyonya Addison menjelaskan singkat pada ketiga wanita itu sebelum membiarkan mereka duduk santai. Mereka berbincang sebentar—basa-basi khas keluarga besar—lalu satu per satu menantu perempuan keluar dari kamar wanita tua itu.Di lorong, Lydia—menatap Anatasya dengan air muka masam."Ibu sangat memanjakanmu. Porsimu selalu paling besar," keluhnya tanpa basa-basi.Anatasya tersenyum kikuk. "Kakak ipar, jangan bercanda. Ibu memperlakukan kita sama.""Sama? Dimana yang sama?" Lydia mendengus. "Kalau orang luar melihat, mereka pasti mengira kau menantu tertua, bukan aku."Ia melirik ke arah Fryle, sambil menarik lengannya. "Kau juga lihat, kan?"Fryle yang pendiam hanya bisa tersenyum kaku. "Anna sedang hamil. Wajar kalau Ibu memberinya lebih banyak.""Benar sekali, kau sudah bekerja keras." Lydia menepuk punggung Anatasya, seolah ramah, lalu mengantarnya sampai pintu kamar.Namun begitu pintu tertutup, senyumnya hilang dalam sekejap.Lydia mundur beberapa langkah, memandang Fryle dari ata
Huling Na-update : 2025-12-07 Magbasa pa