"Anda pasienku, Nona Valyria Soga Kinaru, meski wajah Anda sangat familiar." Dokter itu menjawab. "Maafkan aku Dokter Will, Valyria dalam masa sulit," sahut Tarra tak nyaman sambil meraih pergelangan tangan Valyria. "Ayo, aku antar kembali ke kamarmu," ajak Tarra. "Wajahku bukan kebetulan kau kenal Dokter," ucap Valyria.Sang Dokter tertegun mendengar ucapan Valyria, ia sempat menatap kedua mata kenari Valyria yang menatap dengan tatapan yang sulit diartikan. Dokter itu menghela napas kemudian berjalan menuju koridor rumah sakit. Ia meraih ponsel genggamnya kemudian menelpon seseorang. "Direktur sudah tiada, ketahuilah posisimu yang penting untuk Rumah Sakit ini jadi besok kami akan mulai mengadakan rapat, kau harus hadir Frederitch," ucap Dokter William pada ponselnya. "Aku tahu itu, jadi bagaimana keadaan permaisuriku saat ini Will?" Dokter William menghela napas sejenak. "Frederitch, keadaannya lebih stabil, kenapa kau baru bilang jika sudah menikah?" "Keadaannya sulit untuk
Read more