Keheningan yang pekat menyelimuti kamar kos Pak Bambang. Aroma keringat dan gairah bercampur jadi satu, menjadi saksi bisu adegan liar yang baru saja usai. Ketiga tubuh yang saling melilit itu mulai mengurai, menemukan kembali batas-batas mereka.Lila adalah yang pertama membuka mata. Ia mencoba bangkit, tapi seluruh tubuhnya terasa kaku dan lemas, seperti habis berlari maraton tanpa henti.“Aduh… badanku,” keluhnya pelan, memegangi pinggangnya yang terasa pegal.Suara itu membangunkan Nayla dan Pak Bambang. Nayla menggeliat di pelukan Pak Bambang, senyum tipis terukir di bibirnya, ekspresi lelah yang sangat puas. Pak Bambang sendiri terlihat lebih segar, otot-ototnya yang tegas bergerak saat ia meregangkan badan.“Kalian mandi dulu saja,” kata Pak Bambang, suaranya dalam dan serak, nadanya kembali datar dan profesional, seolah jamuan ranjang barusan hanyalah rutinitas biasa.Nayla menatap Lila, yang masih mengumpulkan tenaga. “Kamu duluan aja, La.”Lila mengangguk, masih dengan wajah
Last Updated : 2025-11-08 Read more