Raka bergerak tanpa henti, ritme yang cepat dan kuat, memenuhi kamar dengan suara desahan dan derit ranjang. Siska mencoba membalikkan posisi, meminta Raka berada di atasnya. Raka menuruti, mencium puting Siska dengan rakus sambil terus menghujamkan benda pusakanya.Siska meraih seprai, mencengkeramnya erat. Ia mencapai klimaks berkali-kali, tubuhnya bergetar hebat. “Ssshhh ahhhh, Sayang… kamu memang perkasa, enak sekali goyanganmu! Aku cinta kamu, sayang!”Raka membalas dengan hentakan terakhir yang kuat, hingga ia mencapai puncaknya, tubuh mereka ambruk bersamaan, keringat membasahi kulit, napas terengah. Mereka berpelukan erat, merasakan detak jantung yang berirama.“Aku sangat mencintaimu, Sayang. Kamu adalah wanita terhebat di dunia,” bisik Raka, mencium kening Siska.Mereka tertidur, lelah tapi puas, siap untuk kembali ke Jakarta.Pagi harinya, suasana kembali damai. Raka dan Siska bangun dengan senyum. Mereka check-out dari hotel, packing koper yang penuh suvenir, dan bersiap m
Last Updated : 2025-11-13 Read more