Ia juga menyadari sesuatu yang janggal. Suara di balik pintu itu tidak memiliki emosi, terlalu sempurna, terlalu jernih, tanpa napas yang memburu setelah bertarung."William?" tanya Lyra ragu, suaranya berbisik."Ya, ini aku. Berikan Aiden padaku, Lyra. Kita harus melakukan prosedur terakhir agar kita benar-benar selamat. Cepat, waktunya hampir habis," suara itu kembali terdengar.Lyra menunduk, menatap Aiden. Bayinya menatapnya balik dengan mata hitam yang jernih, lalu tiba-tiba bayi itu mencengkeram jari Lyra dengan sangat kuat. Detak jantung Aiden terasa meningkat di dada Lyra, seolah sang bayi sedang memberikan peringatan."Kau bukan suamiku," ucap Lyra dengan nada dingin yang tiba-tiba muncul dari dalam dirinya. "Suamiku akan mendobrak pintu ini jika dia ingin masuk, dia tidak akan meminta izin dariku dengan suara semanis itu."Suara di balik pintu berubah menjadi geraman frekuensi tinggi yang menyakitkan telinga. Pintu baja itu mulai membara
Terakhir Diperbarui : 2026-01-20 Baca selengkapnya