LOGINLyra Watson, seorang wanita kaya yang dikhianati oleh tunangan dan sahabatnya, menemukan dirinya terlempar ke tahun 2004, dua puluh tahun sebelum hidupnya hancur. Di masa lalu, dia harus beradaptasi dengan kehidupan remaja yang pernah dia jalani, namun dengan kebijaksanaan dan pengalaman pahit dari masa depannya. Dia bertemu William Hawkins, seorang pria yang berbeda dari apa yang dia bayangkan, dan jatuh cinta. Namun, rahasia keluarga yang kelam dan tipu daya tunangannya yang haus kekuasaan mengancam untuk menghancurkan harapan Lyra dan membawanya kembali ke takdir yang kelam. Dalam perjalanannya untuk memperbaiki masa depan, Lyra harus belajar menerima dirinya sendiri, mengatasi masa lalunya, dan menemukan kekuatan untuk menulis ulang takdirnya, termasuk menemukan arti cinta sejati.
View MoreAroma antiseptik yang tajam menusuk indra penciuman Aiden, menciptakan rasa mual yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya. Bocah berusia enam tahun itu duduk meringkuk di kursi tunggu koridor rumah sakit Kaelum, tangannya yang kecil menggenggam erat ujung kemeja Marcus. Dari balik pintu baja yang tertutup rapat, suara jeritan tertahan dan rintihan kesakitan ibunya terdengar menyayat hati.Di dalam sana, Lyra sedang berada di tengah medan pertempuran yang paling nyata. Wajahnya basah oleh keringat dan air mata, rambutnya menempel di dahi yang memanas.Ini bukan pertama kalinya ia melahirkan, namun kehamilan kedua ini terasa jauh lebih menguras tenaga. Rasa sakit yang luar biasa datang bergelombang, seolah-olah tubuhnya ditarik paksa dari dalam."Tahan, Lyra ... kau bisa, Sayang. Tarik napas," suara William terdengar parau di samping telinganya.William Hawkins, pria yang sanggup menghadapi ancaman masa depan tanpa berkedip, kini tampak gemetar. Ia menggenggam tangan Lyra begitu kuat, mem
Suasana di dalam klinik pribadi Kaelum Group terasa begitu hening, hanya suara detak jantung mekanis dari mesin ultrasonografi yang mengisi ruangan. William berdiri mematung di samping ranjang periksa, tangannya menggenggam jemari Lyra begitu erat seolah ia sedang menahan seluruh dunia agar tidak berputar terlalu cepat."Selamat, Tuan dan Nyonya Hawkins," dokter keluarga mereka tersenyum lebar sambil menunjuk ke arah layar monitor yang menampilkan titik kecil yang berdenyut. "Usianya baru jalan enam minggu. Semuanya tampak sangat sehat. Mual dan pusing yang Nyonya rasakan adalah hal yang wajar di trimester pertama ini."Lyra menghela napas panjang, sebuah senyuman haru merekah di wajahnya yang masih pucat. Air mata kebahagiaan menggenang di sudut matanya saat ia kembali menatap titik kecil di layar itu."Lagi...kita akan memiliki bayi lagi, William."William tidak menjawab dengan kata-kata. Ia membungkuk, mengecup kening Lyra dengan sangat lam
Lima tahun telah berlalu sejak badai temporal terakhir kali mengguncang Veridia. Bagi dunia luar, gedung Kaelum Group tetaplah menara kekuasaan yang tak tergoyahkan, namun di dalamnya, suasana telah berubah drastis.Bunyi sepatu pantofel yang tegas kini sering kali diselingi oleh bunyi langkah-langkah kecil yang berlari riang di atas lantai marmer yang mengilap."Papa! Papa! Lihat!"Aiden Charles Hawkins, yang kini berusia lima tahun, berlari menelusuri koridor lantai eksekutif dengan sebuah pesawat kertas di tangannya. Rambut hitamnya sedikit berantakan akibat aktivitas paginya, dan matanya yang cerdas berbinar penuh semangat. Ia bukan lagi bayi mungil yang tak berdaya,ia telah tumbuh menjadi bocah laki-laki yang aktif, fasih berbicara, dan memiliki rasa ingin tahu yang meluap-luap.William, yang baru saja keluar dari ruang rapat bersama jajaran direksi, seketika berhenti. Wajahnya yang semula kaku dan dingin saat membahas laporan akuisisi langsung
Suara tawa kecil yang renyah memenuhi ruang keluarga penthouse Kaelum, sebuah suara yang setahun lalu mungkin akan dianggap sebagai keajaiban yang mustahil. Matahari sore yang berwarna jingga keemasan masuk melalui celah gorden sutra, menyinari Aiden yang kini sudah bisa merangkak dengan lincah di atas karpet beludru abu-abu yang tebal.Lyra duduk bersimpuh di lantai, rambut cokelatnya diikat asal-asalan namun wajahnya memancarkan kecantikan yang jauh lebih bersinar daripada saat ia masih menjadi pewaris Watson yang diburu. Ia memegang sebuah bola kayu kecil, menggulirkannya ke arah Aiden yang segera mengejarnya dengan semangat."Aiden, kemari, Sayang! Tangkap bolanya!" seru Lyra lembut.Aiden tertawa, menampakkan dua gigi kecil di bagian bawahnya yang baru saja tumbuh. Bayi itu memiliki hidung mungil Lyra, namun sorot matanya yang tajam dan cerdas, bahkan di usia sedini itu, adalah warisan mutlak dari William. Ia tidak lagi terlihat seperti anomali sejarah yang






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.