"Kau sudah bangun, Sayang?" Suara William terdengar begitu lembut, sebuah kontras yang tajam dengan kedinginan yang baru saja ia tebarkan di ruang rapat direksi.Lyra perlahan membuka matanya, bulu matanya yang lentik bergetar sebelum ia sepenuhnya sadar. Hal pertama yang ia lihat adalah wajah William yang kuyu namun penuh cinta, bersandar sangat dekat dengannya.Di sampingnya, dalam boks kaca kecil yang hangat, bayi mereka sedang tertidur pulas, bibirnya yang mungil bergerak-gerak kecil seolah sedang memimpikan sesuatu yang indah.Lyra tersenyum lemah, sebuah senyuman yang bagi William lebih berharga daripada seluruh kendali saham Kaelum Group yang baru saja ia bersihkan dari para pengkhianat."Hai ...," bisiknya parau.William segera mendekat, menempelkan bibirnya di kening Lyra cukup lama, menghirup aroma vanila yang menenangkan. Setelah itu, ia beralih mencium bibir istrinya dengan lembut, sebuah kecupan penuh rasa syukur dan janji perlindungan yang tidak terucapkan."Bagaimana pe
最終更新日 : 2026-01-17 続きを読む