Marcus mendekat, menyerahkan secarik kertas kusut dari bangsal medis penjara tempat Arthur Hawkins menghabiskan sisa harinya. William menerima pesan itu dengan jemari menegang.Di bawah cahaya rembulan, tulisan tangan Arthur yang dulu perkasa kini tampak bergetar dan lemah, namun tetap menyimpan sisa keangkuhan seorang penguasa yang baru saja kehilangan segalanya.Isi catatan itu singkat, namun cukup tajam untuk membuat William tertegun sejenak.[Kau benar, William. Aku kalah bukan oleh senjatamu, tapi oleh sesuatu yang tidak pernah kupahami.]William terdiam, menatap Lyra yang juga tampak terenyuh. Arthur Hawkins, sang predator yang tak kenal ampun, akhirnya mengakui kekalahannya di hadapan kekuatan yang selama ini ia anggap sebagai kelemahan, cinta."Biarkan dia menyimpan pemikiran itu," ucap William akhirnya. "Kita tidak butuh pengakuannya untuk merasa menang. Kita sudah menang sejak kita memutuskan untuk tidak saling melepaskan."Lampu-lampu kristal di Grand Hall seolah meredup, m
最終更新日 : 2026-01-03 続きを読む