Udara di dalam kabin jet pribadi Kaelum Group terasa statis, seolah oksigen di sana ikut membeku bersama duka yang dibawa dari Nordia. Di ketinggian tiga puluh ribu kaki, mesin pesawat menderu halus, menjadi satu-satunya melodi di tengah kesunyian yang mencekam.Di kursi penumpang yang luas, William Hawkins duduk tegak, namun tangannya mendekap Lyra dengan intensitas yang hampir posesif.Lyra tertidur karena kelelahan emosional yang luar biasa. Wajahnya yang pucat masih tampak sembab, dengan jejak air mata yang mengering di pipinya. Sesekali, tubuhnya tersentak kecil, sebuah manifestasi dari mimpi buruk yang mengejarnya hingga ke alam bawah sadar.Setiap kali itu terjadi, William akan mempererat pelukannya, membisikkan kata-kata penenang yang tak terdengar, seolah ia sedang berusaha menjadi dinding pelindung bagi jiwa istrinya yang sedang hancur.Mata William menatap kosong ke luar jendela, pada kegelapan malam yang hanya dihiasi kerlip lampu indikator di sayap pesawat. Pikirannya mel
最終更新日 : 2026-01-14 続きを読む