Keheningan adalah senjata baru yang dipilih Lyra, dan ia tidak menyangka bahwa senjata ini jauh lebih mematikan daripada teriakan histeris mana pun. Sejak matahari terbit di ufuk Veridia, Lyra memutuskan untuk menutup rapat mulutnya.Ia menjalankan rutinitas paginya seperti mesin yang terprogram sempurna, mandi, merias wajah, dan mengenakan pakaian kerjanya tanpa mengeluarkan satu desah napas pun yang bisa dianggap sebagai komunikasi.Di meja makan, atmosfer terasa lebih berat daripada hari-hari sebelumnya. William sudah duduk di sana, menatap Lyra dengan sorot mata yang menuntut penjelasan atas sikap dingin istrinya semalam."Minum kopimu sebelum dingin, Lyra," ucap William datar.Lyra tidak menjawab. Ia hanya meraih cangkir porselen itu, menyesapnya perlahan, lalu meletakkannya kembali tanpa suara. Matanya tertuju pada piring sarapannya, seolah-olah motif bunga di keramik itu jauh lebih menarik daripada keberadaan pria paling berkuasa di depannya."Kau mendengar apa yang kukatakan,
最終更新日 : 2026-01-05 続きを読む