"Enggak, Aira. Saya harus katakan agar kamu gak terus-terusan salah paham seperti ini." "Enggak, Om. Saya gak mungkin salah paham dengan perasaan sendiri." Kaivan menghentikan napas dalam, lalu mendorlong tubuh Aira sedikit lebih kuat lagi. Wanita itu akhirnya mengalah. "Tugas saya sudah hampir selesai. Mungkin kamu sudah tahu fakta tentang dirimu sendiri, asal usulmu. Azzam sudah mengatakan faktanya, kan?" Aira menggeleng. "Enggak, saya gak percaya,“ sangkal Aira seraya menggeleng. "Fakta itu benar, Aira. Kamu memang anak kandung Azzam. Saya yang Membuktikan sendiri lewat tes DNA." Aira mendongak, menatap tak percaya pada pria paruh baya di hadapannya. "Aku lebih baik gak tahu itu, Om," ucapnya lirih dan penuh rasa kecewa. "Kenapa? Menjadi putri Azzam Fathurahman adalah sesuatu yang membanggakan, kan?" Kaivan bertanya. Aira menggeleng. "Aku lebih bangga saat Om selalu ada untukku dan Rava selama ini," ucapnya kemudian lirih. "Saya punya keluarga, Aira. Dan, kita gak
Terakhir Diperbarui : 2025-07-02 Baca selengkapnya