"Bapak makan aja dulu, setelah itu baru saya jawab pertanyaan-pertanyaan Bapak itu."Melati mengangkat nampan ke pangkuan sang majikan. Kali ini tanpa penolakan."Jangan bohongin saya, ya, Mel. Kamu udah janji loh." Kaivan menegaskan. "Iya, Pak. Saya gak ingkar janji, tapi saya hanya jawab yang saya tahu aja." Melati berucap tanpa beranjak ke mana pun. Ia masih berdiri tegap di tempat yang sama, denga posisi tangan di belakang pinggang—layaknya seorang bodyguard bersiaga untuk tuannya. mengangguk. Kemudian mulai menyantap hidangan makan siang yang disiapkan khusus untuknya. Setelah satu suap, ia terdiam sejenak. "Ini masakan istri saya, Mel," ucap Kaivan pelan, tetapi yakin.Melati mengangguk. "Iya, Pak. Bu Alya yang masak tadi pagi sebelum pergi. Yang tadi pagi dihidangkan untuk Bapak tapi tidak Bapak sentuh," sindir Melati kemudian tanpa ekspresi. Kaivan tidak mengatakan apa pun lagi. Ia terus menyantap makanannya sampai habis. Tanpa diingatkan Melati, ia juga meminum obat yan
Terakhir Diperbarui : 2025-07-11 Baca selengkapnya