Tak lama berselang, kereta melambat dan berhenti mulus di Stasiun Kyoto. Udara di sini terasa sedikit lebih sejuk dan tenang, berbeda dengan Osaka yang bising dan ramai. Mereka segera menuju penginapan bergaya tradisional yang sudah dipesan Calvin, sebuah ryokan dengan fasilitas lengkap yang berlokasi tak jauh dari pusat kota, menjadi tempat beristirahat selama dua malam ke depan. Setelah menaruh barang bawaan dan beristirahat sejenak, petualangan hari pertama pun dimulai. Tujuan pertama mereka adalah Kuil Fushimi Inari Taisha, tempat yang paling ikonik di Kyoto. Begitu melangkah masuk, Geovan berteriak kagum melihat ribuan gerbang Torii berwarna merah jingga yang berjejer rapi, memanjang dan menanjak mengikuti alur jalan setapak menembus hutan di lereng gunung. Deretan gerbang itu terlihat seolah tak berujung, menciptakan lorong warna yang mempesona. "Wah, indah sekali! Seperti masuk ke dunia mimpi," seru Artha, t
Zuletzt aktualisiert : 2026-05-23 Mehr lesen