“Cek tas ransel kamu, apakah ada yang tertinggal!” Rafsa serahkan ransel ini ke Rayyan dan dengan cepat diperiksa. Rayyan kagum juga, semua barangnya utuh, termasuk paspornya, juga tiketnya ke Afsel.“Dia tadi salah satu agen, temanku juga,” sahut Rafsa lagi dan kini dia melepaskan jaketnya lalu merebahkan diri di kasur dan tak lama kemudian malah mendengkur halus.“Gila ni orang, enteng banget tidur, padahal baru juga membunuh musuh,” batin Rayyan geleng-geleng kepala dan diapun juga merebahkan diri di kasur satunya dan tak lama ikutan tidur.“Hei bangun, kamu muslim kan, sholat,” kata Rafsanjani, hingga Rayyan kaget juga, perasaan baru juga tidur, eh tahu-tahu sudah subuh.Tak lama ia melihat Rafsanjani dengan khusuknya jalankan kewajiban. “Hebat ni orang, urusan membunuh jalan, ibadah jalan, seimbang antara dosa dan amal,” batin Rayyan.Setelah sholat, Rayyan di suguhi sarapan pagi dan mereka makan dengan lahap.“Kita akan naik pesawat siang ini juga ke Johanesburg ini kode tiketnya
Huling Na-update : 2025-10-19 Magbasa pa