Melihat Lulu tampak sangat khawatir, Aura berpikir sejenak, lalu berkata, "Kalau begitu, aku yang mewakilimu jenguk Deddy saja."Bibir Lulu menggigit ringan. Dia menunduk dan berkata dengan nada malas, "Memangnya kenapa harus mewakiliku? Aku memang nggak ada hubungan apa-apa dengannya."Ucapan Lulu terdengar janggal.Aura tertawa. "Baiklah, kalau begitu aku nggak usah jenguk dia."Dia duduk kembali. Melihat Aura benar-benar tidak pergi, Lulu mengangkat kepala dan meliriknya."Sudah, sudah, anggap saja mewakiliku, oke?" Lulu menghela napas. "Aku cuma ingin tahu dia sudah mati atau belum. Jangan sampai ada cerita mantan yang mati, sial dengarnya."Aura tahu Lulu hanya keras di mulut dan malas membongkarnya. Dia berbalik keluar dari kamar rawat untuk mencari Deddy. Saat sampai di ruang gawat darurat, dari kejauhan dia sudah melihat Jose duduk di bangku panjang lorong.Tubuhnya yang jangkung sedikit bersandar ke belakang, memancarkan kesan santai dan tak peduli.Aura semakin merasa bahwa i
Read More