Sementara itu, di balkon, Rindu menatap layar ponsel yang baru saja padam. Ia tersenyum kecil, tapi setelahnya ia merasa sedih, matanya berkaca-kaca. Percakapan dengan Wisnu hanya basa-basi, karena ia butuh sesuatu untuk mengalihkan pikirannya dari Arka. Ironisnya, justru nama pria lain itu yang membuat hatinya terasa lebih hampa dan semakin merindukan Arka. Beberapa menit kemudian, ia menemukan jaket Arka masih tergantung di gantungan ruang tamu. Ia menyentuhnya pelan, mencium sisa aroma yang masih menempel. “Aku ingin menghindar… tapi juga merindukannya,” bisiknya lirih. Di sisi lain, Arka masih duduk di lantai kamar, punggungnya bersandar di dinding. Ponselnya tergeletak di lantai, layar menyala, menampilkan foto Rindu yang pernah ia ambil diam-diam di taman belakang. Ia menatapnya lama, napasnya berat. Kalimat yang tadi nyaris keluar di meja makan kini berputar di kepalanya. "Tahun depan… semoga aja." Ia menunduk, menatap kedua tangannya yang gemetar. “Aku gak ak
Last Updated : 2025-10-26 Read more