Rindu duduk di teras, memangku Luna yang tertawa kecil melihat kucing lewat. Langit mulai jingga, dan udara lembut menyelimuti pipinya. Namun pikirannya melayang jauh ke rumah sakit, lebih tepatnya memikirkan Arka, dan semua rencana yang belum sempat terucap. Ia meraih ponselnya, membuka chat terakhir dengan Arka. Masih centang dua, belum dibaca. Tapi di situ, ia tetap mengetik. Rindu ||| “Jangan bandel. Tidur yang cukup, ya.” Dan entah kenapa, kali ini hatinya sedikit tenang. Luna menggeliat kecil di pangkuannya, lalu memeluk ibunya erat. Rindu mencium kepala bayi lucu itu dan tersenyum. “Papa kamu pasti lagi mikirin kita, Nak,” bisiknya lembut. Senja semakin turun. Ibu Rindu datang membawa teh dan duduk di sebelah putrinya. “Masih kepikiran Arka?” tanyanya, sudah bisa menebak arah tatapan Rindu. Rindu hanya tersenyum malu. “Iya, Bu. Dia belum balas apa-apa. Tapi aku percaya dia baik-baik aja.” Sang ibu menatap wajah anaknya lama-lama, lalu berkata pelan, “Percay
Last Updated : 2025-11-04 Read more