Di hadapan Suro Joyo yang kini berlutut, Badas Wikatra berdiri tegak. Wajah aslinya, yang penuh dengan urat-urat kehitaman dan kulit yang meliuk-liuk mengerikan, menyeringai penuh kemenangan. Kelemahan Ajian Malih Rupa telah memaksa Badas untuk menunjukkan wujudnya yang paling menjijikkan, tapi pada saat yang sama, ia melepaskan kekuatannya yang paling murni dan terpendam."Kau pikir kau bisa menahannya, bocah ingusan?" Suara Badas serak dan berderak, seperti batu yang beradu. "Ini bukan sekadar pertarungan fisik. Ini adalah penyerapan mutlak! Aku akan mengambil semua yang membuatmu menjadi dirimu—kekuatan Tombak Bowong, ajian gurumu, dan bahkan keberanian bodohmu! Semuanya akan menjadi milik Krendobumi, yang adalah milikku!"Di tangan Badas, pusaka kuno itu bergetar. Cermin Belangga, yang selama ini hanya digunakan untuk memata-matai, kini menunjukkan fungsi primanya sebagai alat penyerap energi. Permukaan cermin itu tidak memantulkan bayangan, melainkan menunjukkan citra buram Suro
최신 업데이트 : 2025-11-08 더 보기