“Ari, keruangan saya sekarang,” panggil Bara setelah tiba di kantor pukul sembilan pagi. Rekor terlambat bagi Bara karena selama paling siang terlambat hanya pukul delapan.“Baik, Pak,” jawab Ari cepat.“Sebelumnya minta Acil buatkan kopi untuk saya,” ujar Bara kemudain.“Udah di meja pak kopinya,” ujar Ari memberi tahu.“Saya tahu. Tapi ganti dengan yang panas, yang diruangan sudah dingin, kan?” tanya Bara kepada Ari.“Oh, baiklah pak,” jawab Ari dengan sigap mengangkat gagang telepon menekan extension pantry.Tut.“Pantry lantai eksklusif, dengan Acil,” jawab Acil ceria di ujung telepon.“Iye... Iye, udah tahu,” sambung Ari.“Eh pak Ari, ada apa, Pak?” tanya Acil kemudian.“Kopi panas ruangan bos,” ujar Ari cepat.“Siap, wait a minute,” balas Acil.Ari mematikan sambungan telepon dengan Acil.“Cocok juga ya suara Acil kalau jadi CS,” gumam Ari sambil berlalu masuk keruangan Bara.Ceklek.Pintu dibuka Ari dari luar, Bara hanya melirik sekilas karena pandangannya tetap fokus ke layar
Last Updated : 2025-08-21 Read more