Bara dan Bizar berlari menuju sumber suara, seperti suara Rikel yang menjerit. "Tama, Rikel!" panggil Bara khawatir. "Papa! Disini," teriak Tama panik. "Ada apa, Nak?" tanya Bara mendekat yang diikuti oleh Bizar dibelakang Bara. "Tolongin Ikel, Pa," ujar Tama menunjuk dalam sawah yang tidak dalam dimana ada Rikel disana dengan sekujur tubuh penuh lumpur. Saat melihat Rikel yang sudah berubah warna, membuat Bara menahan tawa. "Ngapain main disana, Sayang?" tanya Bara membantu Rikel naik kembali ke pematang sawah. "Ih papa, Ikel gak main. Ikel jatuh, Pa," jawab Rikel cemberut. Bizar tertawa pelan mendekat kearah Rikel. "Kok bisa jatuh?" tanya Bizar membelai rambut Rikel yang basah terkena air sawah.."Tadi Ikel kejar kupu-kupu, kek," jawab Rikel."Dapat?" tanya Bizar. "Gak kek, kan Ikelnya jatuh. "Jadi gimana? Kita pulang ya ganti baju," bujuk Bara. "Gak mau, Ikel masih mau main," jawab Rikel. "Tapi baju kamu basah nak, nanti kedinginan," ujar Bara kepada Rikel. "Gak kok p
Last Updated : 2025-08-19 Read more