"Anjani, itu pertanyaan tidak penting, yang penting sekarang kamu harus berhati-hati." Bukannya menjawab pertanyaanku, Mas Harris malah kembali mengulangi ucapannya yang tadi. Aku jadi tambah penasaran, kok bisa dia tahu Dara punya niat jahat padaku. Apa mungkin mereka satu rumah? Jangan-jangan, Mas Harris sudah menikah dengan Dara. Pak Handoko, kan memintanya menikahi Dara setelah dia keluar dari rumah sakit."Mas, aku bisa, kok jaga diri. Terima kasih sudah peduli sama aku. Sebaiknya kamu pulang. Aku, nggak mau papa kamu sampai tau kita ketemuan."Mas Harris langsung membuka helm yang dia kenakan dan langsung turun dari motornya. "Anjani, kita akan perjuangkan cinta kita, kan? Kamu jangan takut, mas pasti akan memperjuangkan kamu." Mas Harris berucap sambil menggenggam erat tangan ini.Aku tersenyum, tapi setelahnya aku melepaskan genggaman tangan Mas Harris. "Jalan kita untuk bersama sudah tertutup, Mas. Lebih baik kamu fokus dengan masa depan kamu. Cinta nggak selamanya tentang m
Read more