"Eyang, Bapak-bapak, dan Ibu-ibu sekalian yang saya hormati." Suara Awan terdengar mantap meski jantungnya berpacu. "Saya, Awan Wiryawan, datang ke sini dengan niat baik dan tulus. Saya ingin meminta izin dan restu dari Eyang dan keluarga besar, untuk melamar Ririn menjadi istri saya."Suasana hening sejenak. Angin sore menggesek dedaunan di halaman. Awan melanjutkan, kali ini menoleh sedikit ke arah Ririn yang duduk di samping ibu angkatnya. "Saya sadar, saya bukan laki-laki yang sempurna. Keluarga saya mungkin punya banyak kekurangan yang sempat melukai hati Ririn. Tapi saya berjanji di hadapan Eyang dan keluarga, saya akan menghabiskan sisa hidup saya untuk membahagiakan Ririn, melindunginya, dan menjaganya dengan baik. Saya mencintai Ririn bukan karena siapa dia, tapi karena dia adalah perempuan idaman saya."Pakde Harjo, paman tertua Ririn, berdeham pelan. "Kami sudah dengar soal keluarga besarmu yang kurang setuju."Awan mengangguk tegas. "Betul, Pakde. Tapi bagi saya,
Last Updated : 2026-01-08 Read more