Biguo sudah tua dan lelah. Dia hanya bertahan untuk mencari seseorang dimana dia bisa menitipkan cucunya Pingguo. Memberikannya kepada Tuan yang baik yang akan memberinya kehidupan. Bertahun – tahun Biguo bekerja di rumah Kediaman Gubernur kota Bongshi, menyerahkan hidup dan masa mudanya, kesehatannya dan tenaganya untuk mengabdi pada sebuah rumah tugas seorang yang memiliki jabatan paling tinggi. Walaupun tuannya berganti sebanyak tiga kali, tapi Biguo tetap menjalankan tugasnya sebaik – baiknya.Hanya pada tuan terakhirnya itu, Han Xiajung, Biguo merasakan kekecewaan yang teramat besar.Biguo melihat dengan mata kepalanya sendiri, Tuan Gubernur, pejabat tempat dia mengabdi itu menerima uang dari orang yang berbahaya. Biguo mulai merasakan kekecewaan dan kehilangan kepercayaannya pada orang itu sedikit – demi sedikit. Ditambah lagi, saat Biguo sakit, Han Xiajung memilih melepaskan kontrak kerjanya dan membiarkannya tinggal di jalanan, hanya karena Han Xiajung tidak mau membiayai peng
Read more