Share

Bab 25

Author: Bulandari f
last update Last Updated: 2026-01-04 23:24:19

Bab 25.

"Bagaimana pun caranya, aku harus membatalkan pernikahan itu!"

Gaby bertekad di dalam hatinya, setelah usahanya sia-sia. Padahal Gaby awalnya sangat yakin, kalau Bu Patimah, ibunya Delon akan mendukungnya, akan membantunya untuk membatalkan pernikahan Delon. Tapi sepertinya tidak?

Bu Patimah justru diam tanpa jawaban, ia seperti tertekan dan tidak bisa memberikan keputusan. Hingga alhasil Gaby pulang dengan membawa rasa kecewa.

Bu Patimah sempat menatap murung putranya, seakan ia tahu tekanan batin yang dirasakan Delon saat ini. Sampai-sampai Bu Patimah bertanya. "Apa tidak ada cara lain, Delon?"

Delon menatap diam.

"Dengan membayar semua uang yang ia keluarkan, misalnya."

"Uang dari mana, Bu?""

Patimah terdiam.

"Yang aku pikirkan sekarang kesehatan ibu."

Kalimat itu jatuh pelan, tapi menghantam hati Bu Patimah lebih keras dari teriakan mana pun. Perempuan itu menunduk, jemarinya meremas ujung kerudung yang sudah mulai pudar warnanya. Ia ingin menangis, tapi air mata t
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Gejolak Berbahaya Anak Bos.   Bab 28. Cantik dan seksi tapi berbisa

    Bab 28"Aduh, pakai acara berdiri lag." Delon bergumam di dalam hati, lalu tangannya berusaha menutupi bagian bawah pusar , sesuatu yang sudah terlihat menonjol. "Sial, dia begitu menggoda sih," umatnya kesal. Semakin dia berusaha menahan diri, godaan Gelora semakin terlihat nyata, ingin rasanya ia mendekati Gelora. Lalu menggendong nya ke atas ranjang untuk melakukan sebuah perpaduan, tapi ketika hasratnya menggebu. Tiba-tiba. "Sekarang, di depan pintu?"Gelora bangkit setelah menjawab panggilan masuk dari seseorang yang membuat Delon penasaran. "Siapa yang menelponnya??" Delon bertanya di dalam hati, sementara Gelora. Ia pergi berjalan ke arah pintu..Karena Delon penasaran, ia ikuti. Tapi sedikit menjauh dari Gelora. "Ada apa lagi, Andre?"Delon sedikit menunjukkan sikap marah, setelah mengetahui yang datang itu Andre. Kekasihnya Gelora. "Aku hanya ingin bicara sebentar, sayang." Andre memaksa mencium Gelora, walaupun Gelora sempat menghindar, dan hal itu membuat Delon diam-di

  • Gejolak Berbahaya Anak Bos.   Bab 27 — Retak yang Tak Terlihat

    Bab 27 — Retak yang Tak TerlihatPagi datang tanpa sapaan hangat.Cahaya matahari menyelinap melalui celah tirai, menyentuh wajah Delon yang terjaga lebih dulu. Ia membuka mata perlahan, sejenak lupa di mana ia berada—hingga aroma asing, ranjang besar, dan jarak dingin di sisi kirinya mengingatkan semuanya.Ia sudah menikah.Delon menoleh. Sisi ranjang itu kosong. Seprai rapi, seolah tak pernah dipakai. Gelora sudah bangun—atau mungkin memang tak pernah benar-benar tidur.Ia bangkit pelan, duduk di tepi ranjang. Kepalanya terasa berat, bukan karena kurang tidur, melainkan oleh kenyataan yang menekan dada. Ia mengusap wajah, menarik napas panjang, lalu berdiri.Di luar kamar, rumah itu sunyi dan luas. Terlalu luas untuk disebut rumah. Setiap langkah kakinya menggema di lantai marmer, mengingatkannya bahwa ia hanyalah tamu di kehidupan orang lain.Aroma kopi tercium dari arah dapur.Gelora berdiri di sana, mengenakan setelan kerja abu-abu, rambutnya terikat rapi. Wajahnya dingin, fokus

  • Gejolak Berbahaya Anak Bos.   Bab 26

    Bab 26 “Manusia yang berhutang,” potong Gelora tajam. Kalimat itu membuat dada Delon seperti ditusuk. Ia terdiam, tak mampu membalas. Gelora melanjutkan dengan suara dingin, penuh amarah yang tertahan. “Dengar baik-baik. Pernikahan ini akan tetap terjadi. Kamu akan menjadi suamiku. Dan sebagai suamiku, kamu akan patuh.” Delon mengepalkan tangan. “Aku bukan anak buahmu.” “Tapi hidup ibumu ada di tanganku,” balas Gelora tanpa ragu. Sunyi. Kata-kata itu lebih kejam dari tamparan, membuatnya terngiang-ngiang hingga kini. "Wanita sialan," umatnya kesal. Ia meluapkan amarahnya pada malam yang sunyi, menyusuri jalan tanpa arah dan tujuan. Ponselnya berdering berulang kali, tapi tidak sekalipun ia menjawab panggilan masuk ke ponselnya. "Bagaimana bisa hidupku ...." ia langsung meneteskan air mata, mengingat hari esok adalah hari pernikahannya. Hari yang tidak pernah ia inginkan terjadi di dalam hidupnya. Namun apalah daya, sebuah kesepakatan sudah di buat. Ia hanya bisa men

  • Gejolak Berbahaya Anak Bos.   Bab 25

    Bab 25. "Bagaimana pun caranya, aku harus membatalkan pernikahan itu!" Gaby bertekad di dalam hatinya, setelah usahanya sia-sia. Padahal Gaby awalnya sangat yakin, kalau Bu Patimah, ibunya Delon akan mendukungnya, akan membantunya untuk membatalkan pernikahan Delon. Tapi sepertinya tidak? Bu Patimah justru diam tanpa jawaban, ia seperti tertekan dan tidak bisa memberikan keputusan. Hingga alhasil Gaby pulang dengan membawa rasa kecewa. Bu Patimah sempat menatap murung putranya, seakan ia tahu tekanan batin yang dirasakan Delon saat ini. Sampai-sampai Bu Patimah bertanya. "Apa tidak ada cara lain, Delon?" Delon menatap diam. "Dengan membayar semua uang yang ia keluarkan, misalnya.""Uang dari mana, Bu?"" Patimah terdiam."Yang aku pikirkan sekarang kesehatan ibu."Kalimat itu jatuh pelan, tapi menghantam hati Bu Patimah lebih keras dari teriakan mana pun. Perempuan itu menunduk, jemarinya meremas ujung kerudung yang sudah mulai pudar warnanya. Ia ingin menangis, tapi air mata t

  • Gejolak Berbahaya Anak Bos.   Bab 24. Kamu cuman pelarian, sayang.

    Bab 24. "Ough, nikmat sayang. Ini yang aku suka darimu."Andre terhanyut dalam lautan kenikmatan. "Sudah ku bilang, kamu gak payah cari pria lain hanya untuk punya anak. Dariku bisa sayang."Gelora yang sesekali memicingkan mata itu tersenyum puas, ditambah suara desahan nafasnya yang memenuhi ruangan. "Sayangnya papaku tidak suka kamu."Andre menanggapinya dingin. "Itu karena papamu sedikit kampungan."Gelora bukannya marah justru tersenyum kecil. "Sudahlah, lagian kamu tuh cocoknya sebagai pelarian saja."Andre memperlambat tempo hentakan pinggulnya di atas badan Gelora. "Jangan marah sayang, ayo dong lebih kencang lagi. Aku belum klimaks nih."Andre justru mengubah posisi mainnya lewat belakang, dan membuat tempo gerakan yang begitu cepat, sampai Gelora berteriak kecil. "Slow sedikit sayang."Andre tidak begitu menggubris ucapan Gelora, yang ada Andre membuang cairan yang berbau pandan itu ke tubuh Gelora. "Kamu sudah klimaks?" tanya Gelora. Andre berdiri dan mengambil penutup

  • Gejolak Berbahaya Anak Bos.   Bab 23. Bukankah punyaku lebih menarik

    Bab 23. "Sudahlah Pa, gak usah pake syarat yang gak jelas deh. Delon itu pria baik, dia itu beda dengan pria lain. Gak suka macam-macam," kata Gelora meyakinkan papanya di dalam mobil jalan pulang. "- Dan Gelora yakin, kalau Delon masih perjaka.' Kata-kata perjaka itu diucapkan nya pelan, nyaris tidak terdengar. "Bisa diam gak!" Arman tiba-tiba membentak, tapi Gelora menanggapinya dengan santai. "Gelora sih cuman bilang aja," lanjutnya tanpa bersalah, yang membuat Arman benar-benar geram melihat putrinya. "Ka....," kata Arman gak sampai, sebab sang istri langsung menenangkan Arman. "Sudahlah Mas, lagian biarkan aja Gelora menikah , Mas. Sudah sewajarnya juga, kan?" "Bukan begitu, sayang."Gelora membuat gerakan mencibir lewat bibirnya, mendengar kata sayang yang keluar dari mulut Arman ke sang istri. "Pret," ledek Gelora. "Kamu!" herdik Arman. "Lihat tuh, anak itu memang tidak bisa dibaiki. Jadi percuma kamu untuk bela dia!" tangan Arman menunjuk Gelora, menatapnya dengan be

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status