“Kau gila?” tanya Noel menatap Brian. “Kau mengadakan pesta ulang tahunmu di klub?”Brian memasang senyum ceria. “Yes,” jawabnya.Bagi Noel wajah Brian sangat menyebalkan.Leya menyipitkan mata. “Di klub…” lirihnya. “Kalau begitu kami tidak usah datang,” ucapnya memeluk lengan Noel.“Hei!” Brian menunjuk Leya.Noel mengerjap—segera menepis tangan Brian yang menunjuk Leya.“Kalian!” melotot menatap Noel dan Leya bergantian. Kalian harus ikut, pokoknya semua sahabatku harus datang!”Noel mengusap keningnya lelah. “Memangnya apa kami lakukan di sana? Minum-minum? Kami sudah tua.”“Kami punya anak di rumah. Untuk apa kami melakukan hal seperti itu di klub?” tanya Noel.Brian berdecih. “Tidak usah sok suci!” menunjuk Noel.“Kau tidak ingat, tahun kemarin kau juga datang dengan santai di ulang—”Belum juga selesai, mulut Brian sudah ditutup rapat oleh Noel.“Hehe…” Noel tertawa canggung. “Sayang aku—” Menatap Leya yang sudah memincingkan mata padanya.“Sayang tahun kemarin aku juga dipaksa
Last Updated : 2026-01-03 Read more