MasukYerin Anindya, seorang guru BK di sebuah sekolah swasta elit, harus menangani murid nakal bernama Bastian Miles Jarvis. Namun di tengah usahanya itu, ia harus bertemu dengan kakak Bastian yaitu Arseno Jonathan Jarvis--Presdir dari Skyline Corporation--yang arogan dan menciumnya di depan seluruh keluarga Jarvis! Tak hanya itu, Arseno bahkan mengklaimnya menjadi calon istrinya. Lantas, apa yang akan dilakukan Yerin? Yuk langsung baca aja.
Lihat lebih banyakEve terdiam sebentar. "Aku baik-baik saja." Yerin mendekat. "Aku sudah lama mengenalmu Eve. Ibu-maksudku kakak.." Eve tertawa. "Ternyata canggung sekali. Bukan hanya aku tapi kakak juga." Yerin mengusap keningnya pelan. "Kita harus berusaha supaya tidak canggung dengan panggilan baru ini." Eve tertawa dan mengangguk. "Kamu terlihat gelisah..." Yerin menatap Eve. "Ibu tahu apa yang sedang mengusik kamu." Eve menghela napas. Seperti dulu. Ia memang tidak bisa berbohong pada Yerin. "Entahlah..." menggeleng pelan. "Aku hanya merasa tidak enak saja pada Aurel. Meski aku membencinya. Meski aku tidak dia berdekatan dengan Bastian. Tapi saat melihatnya aku merasa bersalah." Yerin menggeleng. "Kamu tidak perlu merasa bersalah. Yang kamu lakukan sudah benar." "Kalau aku menjadi kamu. Aku juga akan melakukan hal yang sama. Bahkan lebih parah. Aku juga tidak suka Arsen berdekatan dengan wanita lain." Yerin berkacak pinggang. "Aku bahkan memastikan pegawai yang sela
Eve tersenyum. "Terima kasih." Yerin mengusap bahu Aurel sebentar. "Kalian masuklah." Bastian tidak berbicara apapun. Ia langsung membawa masuk ke dalam Mansion. Sedangkan Yerin menunggu Aurel sampai pergi. "Hai." Eve melambaikan tangan pada Elise yang duduk. Sibuk menggambar. Elise menoleh. Menatap Eve sebentar sebelum akhirnya melompat turun dari kursi. Dengan polosnya berjalan mendekat. Mengamati Eve sungguh-sungguh. "Kenapa?" tanya Eve. Bastian tertawa pelan. "Aunty cantik? tidak jelek seperti kemarin?" Elise mengangguk dengan polosnya. Eve berjongkok. Kemudian mengulurkan tangannya. "Jadi sekarang kita bisa berteman?" Elise menyambut uluran tangan Eve. "Hei boy!" sapa Bastian pada Noel yang baru turun dari tangga. "Jangan bilang kamu baru selesai belajar?" tanya BAstian. "Come on, Noel. Anak kecil seharusnya banyak bermain. Dulu paman sering bermain daripada belajar." "Jangan meracuni anakku dengan kebiasaan burukmu." Arsen yang baru saja mendekat.
Honeymoon telah usai. Hari ini adalah hari terakhir Eve cuti. Dan hari ini juga Eve dan Bastian akan datang ke rumah kakak mereka. "Bastian." Bastian memutar bola matanya malas. "Coba panggil aku yang lebih manis. Lebih menggoda dan lebih seksi." Eve menyipitkan mata. "Memangnya mau dipanggil apa? Hubby? Darling? atau my Husband." "Ehm.." Bastian berpikir. "My Darling sweety and my husband forever.." "Ih geli!" Eve mendorong dada Bastian. "Sayang." Bastian tersenyum sumringah. "Itu lebih baik. Pas, romantis, sedikit seksi dan menggoda juga." "Kau benar-benar." Eve tidak bisa berkata-kata lagi. Bersama dengan Bastian selama 24 jam ternyata tidak membuatnya bosan. Meski pria itu kerap kali melontarkan kalimat aneh atau rayuan aneh. tapi ternyata ia baik-baik saja. "Apa kau baik-baik saja jika aku masih bekerja?" tanya Eve. "Hm?" tanya Bastian. Terlihat bingung. "Maksudku. Siapa tahu kau diam-diam ingin aku di rumah tidak usah bekerja." Basti
Tok tok Eve yang bangun lebih dulu mengernyit. Ia melepaskan rangkulan tangan Bastian dari pinggangnya. Kemudian berjalan dan mengambil piyamanya. tok tok! "Iya sebentar." Lalu berjalan mendekati pintu dan membukanya. Dua keponakannya yang cantik dan tampan. "Hai." Eve berjongkok. "kenapa pagi-pagi kesini?" "Kami bukan ingin menganggu. Kami ingin memberi kali ini." Lucian Noel Jarvis. berusia 10 tahun. Biasa dipanggil Noel. "Ini apa?" tanya Eve mengambil kado dari Noel. Eve mengusap rambutnya. Kemudian tersenyum pada mereka. Ini pertemuan keduanya dengan mereka. Pertemuan kedua yang memalukan karena dirinya dalam keadaan tidak siap. "Terima kasih." Eve tersenyum. "Mau bermain dengan aunty?" Elise menggeleng. "Aunty jelek." Eve mengerjap. "Tidak usah mendengarkannya." Noel dengan sigap menutup bibir adiknya. Eve bukannya marah ia justru tertawa."Tidak masalah. Aunty pasti terlihat sangat jelek di mata kalian." "Aunty memang sedang jelek. Jadi Aunty t






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ulasan-ulasanLebih banyak