Teriakan Noel ada penyebabnya.Yerin gemas mencubit lengan putranya.“Akh!” keluh Noel.“Kenapa kamu membuat menantu Mom seperti ini?” tanya Yerin.Noel menggosok lengannya. “Aku juga sudah berusaha—” Noel mendengus pelan.Leya tertawa pelan.“Ayo bela aku sayang,” lirih Noel.“Tidak usah membela suamimu, Leya.” Yerin menggeleng pelan. “Kakimu sakit?” tanya Yerin.“Sudah mendingan, mom. Kata Dokter baik-baik saja. Memar sedikit,” balas Leya tersenyum.“Mama tidak bisa berjalan?” tanya Jayden.“Bisa.” Noel mengusap pelan puncak kepala Jayden. “Mama bisa berjalan, tapi saat disentuh kakinya sakit.”Jayden mengangguk saja.Ia mendongak. Di usianya, tingginya hampir setinggi mama dan omanya. Tapi kalau Daddy dan Opa. Dia masih terlihat pendek.“Bagaimana yang membuat kamu seperti ini?” tanya Yerin. “Dia sudah ditangkap?” beralih menatap putranya.“Sudah. Dia adalah dalang dibalik semuanya,” jawab Noel. “Aku sudah memastikan semuanya. Perusahaan akan baik-baik saja. Lalu, Elise…”“Dia bisa
Last Updated : 2026-01-12 Read more