**“Dekat?” Tanya Gending agak terperangah.“Iya.”“Ah, tidak juga, Bu.” Sahut Gending dengan sopan.“Saya tetap menjaga batas, dan saya yakin tetap berdiri di koridor saya kok, Bu.”Ibu Suri menggeleng.“Bukan, bukan itu maksud Ibu. Bukan dekat dalam arti yang negatif. Tapi dekat dalam arti yang.., eee, gimana ngomongnya ya.”“Akrab, begitulah kira-kira. Padahal, sebelum-sebelum ini tidak ada lho ajudan yang cukup akrab dengan Widya. Asistennya, sekretarisnya, staf-stafnya di kantor, tidak ada yang akrab dengan dia kan?”“Fandi, ajudannya sebelum kamu, bahkan tidak pernah tertawa atau tersenyum kalau sedang bersama Widya.”Tanpa sadar mata Gending melirik ke kanan dan kiri, seiring dengan pikirannya yang meraba semua kejadian yang telah berlalu. Ia mengingat-ingat bagaimana interaksinya selama ini dengan Miss Widya.Akrab?
Read more