Kai tersentak. Ini adalah suara yang sama dengan bisikan yang didengarnya beberapa waktu lalu. "Berhentilah menipu dirimu, wahai Pelindung. Sengkala itu hanya akan menghancurkan dirimu sampai tidak bersisa." Seiring suara itu, tanah di bawah mereka bergetar hebat. Di ujung lorong gua, sebuah pintu raksasa perlahan bergeser, memperlihatkan ruangan luas yang ditengahnya mengambang sesuatu yang bersinar redup. Luka mematung. Ia merasakan sensasi panas yang membakar di keningnya. Ia mencoba menahan rasa terbakar itu, namun semakin dilawan, rasa sakitnya justru semakin menggila. Keningnya berdenyut hebat, seakan ada sesuatu yang tersembunyi dan ingin menyembul keluar dari balik kulitnya. "Masuklah ke dalam ruangan itu, niscaya kau akan pulih!" Suara gumaman purba itu kini bukan lagi bisikan, melainkan perintah yang bergaung dari dasar bumi, memukul dinding-dinding kesadarannya. "Tidak! Aku tidak mau! Jangan coba-coba menjebakku!" Luka berteriak frustrasi. Ia jatuh berlutut, jem
Last Updated : 2026-02-26 Read more