Bermainlah dengan kucing-kucingku sedikit lebih lama,” bisikan Itu bergema di kepala Kai membuat bulu kuduknya meremang. Krakk Suara retakan terdengar pelan, menimbulkan retakan halus mulai merambat pada perisai yang dibuat Kai. Harimau purba itu seakan menyeringai. “Luka, kau yang akan menyerang mereka dengan Bintang Merah, aku akan membantu lewat melodiku.” “Luka bersiaplah,” bisik Kai. “Saat perisai ini rusak, kita hanya punya satu kesempatan,” lanjutnya. “Tunggu dulu, lalu bagaimana denganku?” Dara menghentikan gerakan mereka yang bersiap menyerang. Kai menoleh ke arahnya. “Kau punya senjata spiritual?” Dara terdiam ragu. “Kalau begitu kau bisa menemani bermain melodi di sini,” lanjutnya. Dara hendak membalas tapi Kai menghentikannya, ia memberi tanda dengan tangannya agar berhenti berbicara. “Tanpa senjata spiritual kau hanya akan celaka.” Ujar Kai. Ditengah keraguannya, Dara melihat Kai dan Luka telah bersiap. Kai dengan serulingnya dan Luka yang menggenggam g
Last Updated : 2026-03-27 Read more