Arsa membawa mereka ke sebuah rumah peristirahatan kecil yang disewanya jauh di luar Dresden, dikelilingi oleh hutan pinus yang sunyi. Rumah itu sederhana, tetapi menyediakan keamanan dan isolasi yang mutlak.Hal pertama yang Arsa lakukan setelah mengunci pintu adalah memastikan keponakannya, yang bernama Lena, merasa aman. Lena, gadis kecil itu, lelah dan segera tertidur di kamar kecil. Kania duduk di sisinya, menjaga.Setelah memastikan Lena tidur nyenyak, Arsa memasuki kamar. Ia berdiri di ambang pintu, menatap Kania. Amarah posesifnya kini menguap, digantikan oleh ketenangan yang menakutkan."Kau melanggar," Arsa memulai, suaranya rendah dan tanpa emosi."Aku menyelamatkanmu," balas Kania, berdiri dan menghadap Arsa.Arsa mendekat, perlahan. Ia mengangkat tangan, menyentuh pipi Kania. Sentuhannya lembut, tetapi matanya memancarkan peringatan."Kau melihat sniper itu. Kau menggunakan crane itu. Kau mempertaruhkan dirimu di tengah kekacauan yang kau ciptakan," kata Arsa. "Kau tahu,
Last Updated : 2025-11-06 Read more