Argandara tampak tenang saat Alvonso menyebut mendiang ibunya. Namun, kedua tangannya yang berada di atas paha terkepal erat, tapi itu hanya sesaat. Argandara berhasil menenangkan diri.Argandara menggeleng pelan. "Tidak, Kek. Aku tidak pernah memikirkannya. Bagiku, apa yang sudah terjadi di masa lalu, biarlah berlalu. Aku lebih suka memikirkan masa depanku dibandingkan mengingat hal yang sudah berlalu, Kek. Jadi, tidak perlu mengingat dan mengungkitnya lagi, Kek."Tentu saja apa yang dikatakan Argandara itu semuanya bohong. Sampai kapan pun dia akan selalu mengingat pesan terakhir mendiang ibunya.Alvonso tahu Argandara berbohong. Dia sadar jika kepeduliannya kepada Argandara belakangan ini pasti membuat pemuda itu terkejut. Sebab selama ini dia tidak pernah sedikit pun peduli ataupun memperhatikan Argandara."Pokoknya, kalau kamu memerlukan sesuatu, baik itu modal untuk rumah makanmu atau yang lainnya, beri tahu aku."Mungkin terlambat bagi Alvon
آخر تحديث : 2026-01-08 اقرأ المزيد