Dering ponsel Aryana berhenti, tapi tidak lama kemudian ponselnya kembali berdering.Dengan ragu-ragu, Aryana menerima panggilan dari sang kakek. “Halo, Kek?” sapa Aryana, suaranya serak.“Halo, Aryana. Kamu ke mana saja? Dari tadi kakek meneleponmu, tapi tidak diangkat-angkat. Apa kamu sibuk?” tanya Yudha, kakek Aryana, berturut-turut.“Maaf, Kek. Tadi aku sedang ke kamar mandi,” kata Aryana berbohong.“Aryana, apa kamu sakit?” tebak Yudha saat mendengar suara Aryana yang serak.“Tidak, Kek. Cuma sakit tenggorokan saja.”“Sudah minum obat?” Yudha kembali bertanya dengan cepat, nadanya terdengar khawatir.“Sudah, Kek. Kakek tidak perlu khawatir. Besok atau lusa juga pasti sembuh.”“Kamu harus jaga kesehatan, Nak.”“Iya, Kek. Ngomng-ngomong, ada apa kakek meneleponku?”“Ini, nenekmu mulai kemarin bingung dan memaksa kakek untuk meneleponmu. Katanya mulai kemarin perasaannya tidak enak. Dia takut kamu kenapa-kenapa.
Last Updated : 2026-01-18 Read more