ANMELDENPada malam pernikahannya, Aryana ditinggal sendirian di kamar pengantin oleh Albert yang memilih tinggal bersama kekasihnya. Hati Aryana semakin hancur saat Albert memperkenalkan kekasihnya kepada Aryana seminggu setelah mereka menikah. Bahkan, Albert tidak malu menunjukkan kemesraannya di hadapan Aryana. Tanpa Aryana tahu, Albert telah melakukan banyak tipu muslihat kepada Aryana demi warisan Handaryana. Hati Aryana semakin hancur berkeping-keping saat Albert menceraikannya dan mengusirnya dengan anak mereka yang masih berusia dua bulan. Di saat putus asanya, Argandara membantu Aryana membalas dendam kepada Albert dan mengambil semua hak yang seharusnya menjadi milik Aryana dan putranya. Hingga akhirnya, sebuah rahasia kelam yang selama ini dipendam dalam-dalam oleh Alvonso Handaryana yang merupakan kakek Albert pun terkuak. Rahasia yang membuat Albert terguncang dan menyesal.
Mehr anzeigenAryana menatap Albert yang duduk di tepi tempat tidur.“Sudah lama kita menginap di sini, Mas. Aku khawatir pada Kakek. Jadi aku mau pulang besok,” kata Aryana. “Kamu juga pasti capek di perjalanan karena harus menempuh jarak dua kali lipat untuk pergi ke kantor.”Sebelumnya Aryana hanya akan menginap selama seminggu di kediaman Pramudyarta. Namun, Aryana berubah pikiran dan memilih untuk tinggal lebih lama. Dia ingin merasakan kasih sayang Albert lebih lama. Sebab Aryana Albert akan berubah kejam padanya jika mereka kembali ke kediaman Handaryana.Selama tiga minggu mereka tinggal di kediaman Pramudyarta, tidak pernah sekali pun Albert mengeluh. Tapi mengingat jarak dari kediaman Pramudyarta dan perusahaan Albert yang jauh, membuat Aryana tidak tega dan memutuskan untuk kembali ke kediaman Handaryana. Setidaknya selama tiga minggu ini dia sudah merasakan kasih sayang Albert.“Memang capek, sih. Tapi aku merasa lebih enak tinggal di sini ternyata daripada
“Arga, kamu di mana? Kenapa belum pulang?” suara berat Alvonso terdengar di ujung telepon.“Kakek? Oh, maaf, Kek. Aku masih di kafe. Sepertinya aku tidak akan pulang malam ini. Aku sedang lembur karena ada banyak pekerjaan di kafe yang harus kuselesaikan malam ini juga,” kata Argandara berbohong.Argandara dapat mendengar Alvonso menghela napas berat. Seketika Argandara merasa bersalah karena sudah membohongi sang kakek. Namun, dia tidak punya pilihan.‘Maafkan aku, Kek. Aku terpaksa menghindari Kakek,’ ucap Argandara dalam hati penuh penyesalan dan rasa bersalah.“Apa kamu tidak bisa pulang sebentar untuk makan malam?” kata Alvonso, suaranya pelan dan terdengar penuh harap.“Maaf, Kek. Sepertinya tidak bisa.”Alvonso terdiam. Tapi hanya beberapa detik sebelum kembali berkata, “Ya sudah. jaga kesehatanmu. Jangan memaksakan diri.”“Iya, Kek.”Sambungan telepon diputus oleh Alvonso.“Kamu berbohong pada kakekmu, Arga?” tan
Devi memanggil Argandara saat pria itu melewati kasir hendak ke lantai dua.Argandara menghentikan langkah dan menghampiri Devi di meja kasir. “Ada apa?”“Ada Tuan Alvonso, Kak. Beliau datang tidak lama setelah kakak pergi. Aku sudah bilang kalau kakak tidak ada di kafe, tapi beliau keras kepala mau tetap menunggu kakak pulang,” kata Devi melaporkan.“Kenapa tidak meneleponku?” tanya Argandara cepat. “Di mana sekarang kakekku?”Devi menunjuk ke arah di mana Alvonso duduk. “Aku mau menelepon kakak, tapi beliau melarangku. Katanya tidak mau mengganggu kakak.”Argandara mengikuti arah telunjuk Devi.Karena posisi meja Alvonso terhalang pilar, sehingga Argandara hanya bisa melihat sebagian sosok pria itu.“Devi, katakan padanya kalau aku tidak kembali sampai sore nanti dan minta dia untuk pulang saja,” kata Argandara cepat.“Tapi, Kak, …”“Lakukan saja. Nanti aku kasih kamu bonus lebih.”Argandara langsung pergi ke la
“Aku tidak tahu apa tujuanmu kembali tinggal di kediaman Handaryana,” kata Albert lagi, mengabaikan Argandara. “Tapi satu hal yang pasti. Aku tidak akan membiarkanmu mendapatkan apa yang kamu inginkan.”Albert datang ke D’Larasa Restaurant untuk makan siang sekaligus membicarakan beberapa pekerjaan dengan relasi bisnisnya. Namun, dia tidak sengaja melihat Argandara juga datang ke D’Larasa Restaurant. Karena itu Albert sengaja menunggu Argandara di parkiran untuk memperingatkan Argandara.“Apa yang kakak katakan? Aku tidak mengerti,” kata Argandara yang pura-pura tidak tahu apa maksud Albert. Sebab dia tidak ingin berdebat dengan Albert.“Tidak perlu berpura-pura di hadapanku. Aku bukan Kakek yang mudah tertipu olehmu.”“Aku benar-benar tidak mengerti apa maksud kakak. Aku kembali ke rumah juga bukan keinginanku sendiri. Tapi Kakek yang memaksaku.”Albert tersenyum miring, mencemooh. “Kalau memang tidak ingin, kenapa tetap kembali? Bukankah kamu bis
Aryana menatap mobil Albert yang semakin menjauh dengan rasa kecewa. Dia pikir Albert benar-benar akan menemaninya pergi ke rumah keluarganya. Tapi ternyata itu hanya angannya saja.“Sepertinya tidak mudah membuat Mas Albert berubah baik padaku seperti sebelumnya. Tapi aku tidak akan menye
Argandara menerima kertas itu dengan kening berkerut. “Dari siapa?” tanyanya penasaran.Pramusaji itu menunjuk Aryana yang menyeberang jalan, menghampiri Albert yang berdiri di tepi jalan menunggu taksi. “Dari wanita itu, Kak.”Argandara menatap Aryana sebentar sebelum kembali menat
Aryana pun kembali melanjutkan kegiatannya menonton drama. Tepat saat drama yang ditontonnya habis, tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamar. Aryana bergegas membuka pintu.“Arga! Apa yang kamu lakukan di sini?!” seru Aryana yang dibuat terkejut hingga jantungnya terasa mau lepa
Hari ini Aryana memutuskan untuk tetap di kamar, beristirahat agar bisa pulih dengan cepat. Meski dia sudah tidak demam, tapi tubuhnya masih terasa lemas. Punggungnya pun masih terasa sakit meski sudah diolesi salep, membuatnya tidak nyaman untuk bergerak.Aryana yang sedang asyik menonton












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.