Begitu melihat tulisan "Warisan Kedua" di atas batu, lalu melihat Ewan memegang sebuah kotak kayu, Nazar langsung mengerti apa yang terjadi dan memaki dengan kesal."Dasar bocah tengik! Kamu menipu kami dengan mengatakan ada bahaya, tapi malah diam-diam datang sendiri untuk mencari harta. Nggak tahu malu!"Sambil bicara, Nazar merebut kotak kayu dari tangan Ewan dengan cepat. Namun setelah membukanya, dia mendapati kotak itu kosong."Bocah tengik, kamu sudah dapat warisannya?"Ewan tersenyum. "Menurutmu?""Warisan apa? Cepat keluarkan dan biarkan aku melihatnya," desak Nazar.Ewan berkata, "Sebuah Kitab Alkimia. Isinya semua tentang metode meracik pil."Awalnya, Nazar mengira Ewan mendapatkan harta yang luar biasa. Begitu mendengar bahwa itu hanya sebuah Kitab Alkimia, kemarahannya langsung lenyap."Bocah tengik, kali ini aku nggak akan mempermasalahkannya. Tapi nanti kalau kamu meracik pil, kamu harus memberiku beberapa butir.""Nggak masalah," jawab Ewan tanpa ragu.Nazar berkata, "S
続きを読む