"Ayo kita jalan-jalan ke Sungai Andan saja." Vanesa berkata, "Matahari terbenam di sana sangat indah."Alya mengangguk. "Ayo."Menjelang senja, di tepi sungai ada cukup banyak orang.Bunga-bunga masih belum bermekaran, sementara permukaan sungai tampak tenang.Alya berdiri di tepi sungai, membungkuk untuk bersandar pada pagar, lalu berkata, "Apa kamu masih ingat? Pertama kali kita bertemu juga di sini.""Tentu saja." Vanesa memiringkan kepala menatapnya, matanya sedikit menyipit, lalu dia berujar, "Sekarang sepertinya kita memang ditakdirkan bertemu.""Ya, dunia ini begitu luas, kita nggak punya hubungan darah, tapi sumsum tulang kita ternyata cocok," ucap Alya."Ya." Vanesa tersenyum. "Aku juga memiliki golongan darah yang langka, jadi waktu itu aku benar-benar nggak memiliki harapan."Alya menatapnya sambil mengangkat alis. "Aku memiliki golongan darah O. Kamu beruntung bertemu denganku, orang berharga ini.""Ya, aku memang beruntung." Vanesa menatap matahari terbenam di langit, lalu
Baca selengkapnya