Emran, Vano dan Blake segera bergegas maju."Dokter Rini, bagaimana keadaan si ibu?""Dia sudah aman sekarang." Dokter Rini melepas maskernya dan menghela napas lega. "Hampir saja celaka. Dia bisa dipindahkan kembali ke kamar rawat setelah masa observasi."Semua orang pun merasa lega.Vano berkata kepada Paman Dodit, "Pergilah bersama Blake untuk menangani prosedur rawat inap Alya dan atur kamar rawat terbaik."Emran pun menatap Vano. "Kak, biar aku saja ….""Kamu?" Vano mencibir, "Satu-satunya yang bisa kamu lakukan sekarang adalah menjauh! Aku sudah bertanya pada sopir! Alya baik-baik saja sampai dia melihatmu di jalan, Emran! Apa kamu nggak mengerti? Alya sakit! Sekarang setiap kali dia melihatmu, dia akan teringat apa yang terjadi malam itu!"Emran sontak tertegun.Kenapa jadi begini ….Dia menggelengkan kepalanya. "Nggak, dia nggak mungkin ….""Aku sudah berkali-kali memberimu toleransi demi kedua anak itu, Emran. Aku mohon padamu, sebagai kakak, tolong tanda tangani surat cerai d
Read more