Emran bergegas menghampiri Alya, ekspresinya terlihat begitu panik. Ekspresi yang belum pernah muncul.Alya balas menatap Emran.Alya seolah mengerti segalanya.Kenapa kakaknya selalu menasihatinya untuk tidak menyukai Emran saat itu?Emran mendekati Emran, lalu mengernyit sambil berbicara, "Alya, biar kujelaskan. Aku ….""Kakakku menghubungimu, 'kan?"Emran sontak mematung."Emran, jawab aku."Emran menundukkan pandangannya, tidak berani menatap mata Alya."Karena kakakku nggak menghargaimu, kamu merasa harga dirimu terluka. Jadi, setiap kali aku datang kepadamu setelah itu, kamu selalu menjaga jarak. Bahkan ketika aku pergi ke Ligata untuk memohon bantuanmu saat aku hamil, kamu menolak untuk membiarkanku masuk karena kamu menyimpan dendam, 'kan?"Emran mengepalkan tangannya dan mengatupkan bibir tipisnya rapat-rapat.Respons diam Emran itu memberikan Alya jawaban atas pertanyaannya."Ternyata begitu .…" Alya mengangguk, air mata menggenangi pelupuk matanya. "Jadi, itu sebabnya kamu t
Read more