"Kali ini dia terluka karena aku juga, jadi bisa dibilang aku memang punya tanggung jawab untuk merawatnya," hibur Alya kepada Fiona sambil tersenyum.Kemudian, Alya berjalan menghampiri Emran. Dia menatap pria itu dan berkata, "Emran, kamu ingin aku merawatmu, 'kan?"Kepala Emran terasa begitu berat, rasanya dia akan pingsan kapan saja.Namun, setelah mendengar suara Alya, Emran memaksakan diri untuk menengadah.Penglihatannya tampak kabur sehingga dia tidak bisa melihat wajah Alya dengan jelas, apalagi ekspresi wanita itu."Sayang, punggungku sakit sekali, tapi nggak apa-apa. Ini tanda kehormatan karena aku telah melindungi wanitaku!"Alya hanya terdiam.Fiona mengangkat tangannya untuk menutupi wajahnya, dia benar-benar merasa malu!Lukas juga merasa sangat malu, terutama karena si kepala pelayan Keluarga Nantar ada juga di situ.Lukas mengepalkan tangannya dan meletakkannya di depan mulutnya, lalu berdeham dengan kikuk, "Jangan bilang bocah ini sudah gila? Kurasa kita harus segera
Read more