"Nindi, Clara, aku boleh gabung nggak?" Nindi dan Clara saling bersitatap, di mana Clara menggeleng pelan sebagai isyarat agar Nindi tak mengizinkan perempuan itu bergabung dengan mereka. "Clara, kamu jangan hasut Nindi," ucap Maura sebal, mendekat ke arah Nindi dan Clara. Tanpa dipersilahkan, dia duduk di dekat Nindi, "Clara, kamu iri yah kalau aku dekat dengan Nindi? Kamu takut kalau Nindi lebih dekat padaku dibandingkan denganmu yah?" "Apaan sih?!" ketus Clara, menatap sinis ke arah Maura. "Trus kenapa kamu geleng-geleng kepala tadi?" tanya Maura kembali, mencoba menyusutkan Clara agar Nindi memihak padanya. "Maura, sudahlah." Nindi menegur, "kalau mau gabung, gabung saja. Nggak usah cari masalah." "Iya, Nin. Maaf yah," ucap Maura pada akhirnya. "Kamu ngapain datang ke sini?" tanya Clara dengan raut muka kesal. "Aku ingin berteman dengan kamu dan Nindi. Dulu kita bertiga kan teman dekat," ucap Maura sambil senyum lebar dan manis, "cuma … umm, Nindi, kamu bisa ng
Terakhir Diperbarui : 2025-07-22 Baca selengkapnya