Sebuah mobil kuning berhenti di depan rumah besar berpagar besi tempa hitam. Siena terbangun saat mendengar supir itu memanggil. “Kita sudah sampai di alamat yang kau tuju, Nona,” ucapnya. “Tunggu di sini. Aku akan mengambil uangnya,” balas Siena dan bergegas keluar dari mobil. Siena berjalan dengan langkah berat akibat rasa pegal yang menjalar di seluruh badan. Menghabiskan waktu selama hampir delapan jam di dalam mobil sudah cukup membuat otot-otot di tubuhnya menjadi kaku. Dan ini adalah hal gila yang pernah dilakukannya, pulang ke Roma dari Calabria menggunakan taksi. Sedangkan dari arah taman, Benigno tertegun melihat kepulangan Siena. Ia berjalan cepat, memotong langkah Siena. “Nona muda, Anda pulang sendirian?” tanyanya bingung, matanya menoleh ke arah gerbang. Tak ada orang lain yang menyusul di belakang. “Apa kau ada uang tunai €1.500?” Siena balik bertanya tanpa menjawab pertanyaan Benigno sebelumnya. Benigno semakin bingung. Ia memperhatikan wajah Siena yang tampak k
Magbasa pa