LOGINNiccolo Morelli—Don Italia, dikenal dingin, kejam dan arogan. Harus merasakan patah hati pada cinta pertamanya. Namun di saat bersamaan, ada wanita yang menarik hatinya. Mengembalikan sikap manusiawi yang sudah lama menghilang dari dalam dirinya. Siena Sartori—gadis Italia yang besar di Monaco. Ceria, lugu dan ceroboh. Ia sangat menyayangi dan membanggakan keluarganya. Tanpa ia tahu, mereka menyimpan rahasia besar dan menginginkan kematiannya. Kisah cinta mereka penuh dengan romantis, ancaman dan tragis. Akankah Siena mampu bertahan disaat badai besar menghantam cinta dan kepercayaannya?
View MoreSebuah mobil kuning berhenti di depan rumah besar berpagar besi tempa hitam. Siena terbangun saat mendengar supir itu memanggil. “Kita sudah sampai di alamat yang kau tuju, Nona,” ucapnya. “Tunggu di sini. Aku akan mengambil uangnya,” balas Siena dan bergegas keluar dari mobil. Siena berjalan dengan langkah berat akibat rasa pegal yang menjalar di seluruh badan. Menghabiskan waktu selama hampir delapan jam di dalam mobil sudah cukup membuat otot-otot di tubuhnya menjadi kaku. Dan ini adalah hal gila yang pernah dilakukannya, pulang ke Roma dari Calabria menggunakan taksi. Sedangkan dari arah taman, Benigno tertegun melihat kepulangan Siena. Ia berjalan cepat, memotong langkah Siena. “Nona muda, Anda pulang sendirian?” tanyanya bingung, matanya menoleh ke arah gerbang. Tak ada orang lain yang menyusul di belakang. “Apa kau ada uang tunai €1.500?” Siena balik bertanya tanpa menjawab pertanyaan Benigno sebelumnya. Benigno semakin bingung. Ia memperhatikan wajah Siena yang tampak k
Suara langkah kaki menggema di sepanjang koridor putih lantai lima di rumah sakit Ospedale Civile. Lampu-lampu LED di langit-langit memantulkan cahaya dingin di lantai mengkilap. Aroma antiseptik lembut bercampur lavender menyelimuti udara, menusuk tapi tenang. Pintu ruangan perawatan terbuka tiba-tiba. Lucia berjalan cepat. Langkahnya tertuju ke arah Siena yang sedang duduk di samping ranjang Elio. Sedangkan Siena hanya menoleh sekilas seolah mengabaikan kedatangannya. “Siena!” gertak Lucia. Ia berdiri tepat di belakangnya. Siena mengabaikan panggilan Lucia. “Kenapa kau tidak memberitahuku lebih dulu saat ingin membawa Elio ke rumah sakit?” Siena tak berdiri. Ia masih mematung di tempatnya. Hingga akhirnya tatapan dingin itu tertuju ke arah Lucia. “Dia kejang. Aku tidak butuh formalitas mu hanya untuk menolongnya,” jawab Siena dengan suara datar. Lucia mendengus kesal. Matanya menyipit, “Aku bertanggungjawab atas anak-anak di panti asuhan. Kau tidak bisa mengambil keputusan se
Malam semakin larut. Namun tak membuat wanita itu merasa kantuk sedikit pun. Tubuhnya bergerak gusar di atas ranjang tua berderit. Ia menoleh ke arah samping—jauh ke sudut ruangan. Ranjang di sana masih kosong. Ruangan itu cukup luas dan terasa menyesakkan. Meskipun Lucia belum masuk, tetapi jika harus berada satu kamar bersamanya, Siena tidak bisa tidur. Akhirnya ia turun dari ranjang. Langkahnya mengalun pelan memecah kesunyian di lorong. Suasana panti asuhan sudah benar-benar sunyi. Pintu-pintu ruangan pun tertutup rapat, kecuali satu kamar yang ada di ujung lorong sebelah kanan. Dan Siena tahu di sana ada Lucia sedang menemani seorang anak laki-laki yang sakit. Siena memilih lorong yang lain seolah tak ingin berpapasan dengan Lucia. Ia mulai menyusuri lorong hingga keluar dari area panti asuhan. Sampai akhirnya langkahnya dihentikan oleh suara seseorang yang berada jauh di depan. “Dia sudah tidur,” ucap Lucia sambil kaki kirinya menendang-nendang kecil. “Nic, kapan kau kembal
Konvoi mobil berhenti di depan bangunan gedung yang berdiri kokoh di tengah kota Beirut. Niccolò keluar dari mobil saat Pietro membuka pintunya, disusul Bosco yang keluar dari pintu lain. Kemudian Giuseppe terlihat keluar dari mobil yang berbeda. Ketiga memposisikan diri berada di belakang pemimpin mereka—Niccolò.Anak buah Lebanon itu mempersilakan Niccolò dan rombongan untuk masuk ke dalam gedung. Menuntun mereka menuju lantai paling atas, tempat pemimpin sindikat Lebanon yang dikenal dengan nama Khaled Al-Hazem. Sebuah pintu lift terbuka di lantai paling atas gedung tersebut. Niccolò dan lainnya melangkah keluar, mengikuti penuntun arah menuju sebuah pintu kayu berukir yang berada di sudut koridor. Lengkap dengan beberapa pengawal bersenjata yang berjaga di sepanjang koridor. “Bukankah ini terlalu berlebihan? Seperti ingin mengepung kita,” bisik Bosco pada Niccolò. Matanya tak berhenti mengawasi. Sedang Pietro dan Giuseppe yang berada di belakang menatap waspada. Niccolò tak men
Siena segera masuk ke dalam mobil. Sedangkan Niccolò berhenti sejenak. Lalu menoleh ke arah Pietro. “Bereskan sisanya,” perintahnya lalu menyusul masuk ke dalam. Suasana di dalam mobil begitu hening. Siena tampak diam menatap keluar jendela, Niccolò diam memperhatikan. Sedangkan mobil hitam yang
Siena mengikuti langkah Niccolò. Mereka memasuki pesawat. Seketika nuansa putih yang menguasai kabin terlihat mencolok di mata Siena, sangat kontras dengan warna pesawat yang gelap. Mereka mulai memilih tempat duduk. Niccolò duduk di salah satu kursi, begitupun dengan Pietro dan yang lain. Namun S
Niccolò terbangun saat mendengar ponsel di atas nakas berdengung. Ia meraih benda itu, menengok jam yang tertera di layar. Waktu menunjukkan pukul enam pagi. Ternyata dirinya hanya tidur selama dua jam. Pandangan Niccolò teralihkan. Sorot matanya tertuju ke arah wanita yang tertidur di sampingnya
Di tengah-tengah emosi yang berkecamuk di dalam diri Siena, ponsel di dalam tasnya berbunyi. Suaranya nyaring, memecah keheningan yang sempat membalut mereka. Siena tertegun sedang Niccolò hanya melirik ke arah tas yang ada di atas pangkuan. Sebelah tangan Siena merogoh ke dalam, mengeluarkan ben






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews