Tiga hari berlalu tanpa ada tanda-tanda kehadiran Biru di balik pagar belakang sekolah. Farah hampir saja putus asa, hingga akhirnya pada suatu siang yang terik di jam istirahat, ia melihat siluet kurus itu kembali berdiri di balik pagar kawat yang menjulang tinggi. "Biru!" seru Farah gembira, langsung berlari kecil menghampiri pagar. Namun, begitu jarak mereka semakin dekat, senyum di wajah Farah langsung memudar, digantikan oleh rasa terkejut yang luar biasa. "Biru, kamu kenapa?" Wajah Biru yang biasanya tampan meski kusam, kini dipenuhi luka memar keunguan di pipi dan pelipisnya. Sudut bibirnya pecah dan tampak bercak darah yang sudah mengering. "Biru, kamu baik-baik saja 'kan?" tanya Farah panik, kedua tangan kecilnya mencengkeram kawat pagar. Biru hanya diam, berusaha menyembunyikan wajahnya. "Wajah kamu kenap
Last Updated : 2026-05-20 Read more