Partager

Bab 650: Mabuk!

Auteur: Dita SY
last update Date de publication: 2026-05-28 10:30:00

Dirga menarik napas panjang, berusaha mengatur emosinya yang meluap-luap.

"Kalian pulang saja. Aku akan melanjutkan mencari Dylan," ucap sang Dokter.

Febby hanya diam sambil menatap jalanan dari kaca spion mobil. Perjalanan menuju rumah terasa sangat menyesakkan dada.

Malam semakin larut ketika Dirga menghentikan mobilnya di depan gerbang rumah mewah mereka yang megah, namun terasa sunyi.

Tanpa sepatah kata pu

Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé
Commentaires (5)
goodnovel comment avatar
emping 72
wooooiii mana lanjutan dah lama keluar pendek jg babnya JD GK respect nih Ama author yg GK respect Ama pembaca setia yg udah baca dr bab 1 hingga sekarang
goodnovel comment avatar
Arsyifa Putri
ceritanya g kelar2 ud gtu dpt bca ceritanya 1 hri 1bab g seru nih
goodnovel comment avatar
Gya
kok sekarang pendek2 thor?
VOIR TOUS LES COMMENTAIRES

Dernier chapitre

  • Ah! Enak Mas Dokter   Bab 651: Godaan Wanita Malam

    "Mas ganteng banget sih. Mau saya puasin nggak?" Suara wanita itu semakin dekat.Sentuhan nakal mulai dirasakan oleh Dirga, merambat ke bagian pentingnya."Mas suka gaya apa? Saya bisa semua gaya. Kalau Mas mau, gratis juga nggak apa-apa. Saya senang malah bisa tidur sama Mas yang ganteng. Dihamilin juga saya rela Mas, biar keturunan saya ganteng dan cantik."Dirga berusaha untuk tetap waras di tengah efek obat yang entah apa, yang mungkin sudah meracuni aliran darahnya."Mas punya istri nggak? Istri Mas cantik nggak? Dia beruntung banget bisa tidur sama Mas setiap malam.""Diam kamu!" bentak Dirga dengan napas terengah-engah.Rasa panik dan syok yang luar biasa mendadak memicu sisa-sisa adrenalin di tubuh Dirga.Kepalanya masih berdenyut kencang dan pandangannya berputar, namun akal sehatnya berteriak bahwa ia harus segera ke luar dari t

  • Ah! Enak Mas Dokter   Bab 650: Mabuk!

    Dirga menarik napas panjang, berusaha mengatur emosinya yang meluap-luap."Kalian pulang saja. Aku akan melanjutkan mencari Dylan," ucap sang Dokter.Febby hanya diam sambil menatap jalanan dari kaca spion mobil. Perjalanan menuju rumah terasa sangat menyesakkan dada.Malam semakin larut ketika Dirga menghentikan mobilnya di depan gerbang rumah mewah mereka yang megah, namun terasa sunyi.Tanpa sepatah kata pun, ia membimbing Febby dan Farah masuk ke dalam rumah.Febby yang masih terisak enggan menatap mata suaminya, sementara Farah sudah terlalu lelah hingga matanya sayu.​"Kamu mau cari Dylan ke mana lagi?" tanya Febby dengan suara parau saat melihat Dirga berbalik menuju pintu ke luar.​"Aku nggak tahu, tapi aku harus cari Dylan sampai ketemu. Aku nggak bisa cuma duduk diam menunggu kabar dari polisi," jawab Dirga.

  • Ah! Enak Mas Dokter   Bab 649: Terbawa Emosi

    Suara sirine mobil polisi yang berlalu-lalang di sekitar gerbang sekolah mulai menjauh saat Dirga memacu mobil sedannya membelah jalanan malam Jakarta yang mulai lengang.Surat laporan kehilangan anak sudah resmi diterbitkan oleh pihak kepolisian, lengkap dengan foto Dylan yang disebar ke seluruh unit patroli.Namun, bukannya merasa lega, ketegangan di dalam mobil itu justru terasa semakin mencekik.​Di kursi belakang, Farah duduk sambil memeluk boneka kelincinya erat-erat. Matanya yang bulat tampak sembab.Ia tahu ada sesuatu yang sangat buruk sedang terjadi pada kakaknya, dan rasa bersalah mulai menghantui pikiran kecilnya.​"Daddy .... " panggil Farah dengan suara mencicit yang sangat pelan.​Dirga melirik dari kaca spion tengah. Wajahnya terlihat sangat kaku dan lelah."Iya, Farah? Ada apa, Nak?"​"Farah mau jujur

  • Ah! Enak Mas Dokter   Bab 648: Diculik?

    Matahari sore telah sepenuhnya tenggelam di ufuk barat, digantikan oleh kegelapan malam yang pekat.Di dalam area gedung sekolah dasar internasional itu, kepanikan luar biasa sedang melanda.Di ruang kepala sekolah yang biasanya tenang, Febby duduk dengan tubuh gemetar hebat dan air mata yang terus mengalir deras membasahi pipinya.Di sampingnya, Dirga berdiri dengan wajah yang pucat pasi, guratan kecemasan dan kemarahan bercampur menjadi satu di wajahnya.​Sejak jam pulang sekolah pukul dua siang tadi, Dylan tidak pernah ke luar dari gerbang sekolah.Pak Joko yang menjemput Farah dan Dylan sempat menunggu hingga koridor sepi, namun Dylan tak kunjung muncul.Saat Pak Joko melapor, Dirga dan Febby langsung memacu mobil mereka menuju sekolah dengan jantung yang berdegup kencang.​"Bagaimana bisa seorang anak kelas tiga hilang dari lingkunga

  • Ah! Enak Mas Dokter   Bab 647: Hukuman

    "Aku lelah .... " Dylan menghela napas panjang sambil mengusap peluh yang membasahi wajahnya.Matahari akhirnya tenggelam di balik gedung-gedung pencakar langit Jakarta.Bagi Dylan, hari pertamanya di jalanan terasa seperti berabad-abad.Kakinya yang tanpa alas terasa melepuh, dan sekujur tubuhnya berdenyut nyeri akibat sisa-sisa pukulan kemarin.​Saat lampu merah terakhir menyala di jam tujuh malam, Biru mengajak Dylan kembali ke markas.Di sepanjang jalan setapak menuju gubuk seng, Dylan berjalan tertatih-tatih sambil memeluk kaleng biskuit penyoknya.Di dalam kaleng itu, hanya ada beberapa koin ratusan rupiah dan dua lembar uang seribuan yang sudah sangat lusuh.​"Duitmu sedikit sekali, Dylan," bisik Biru dengan cemas sambil melirik isi kaleng milik Dylan."Aku nggak bisa cari duit seperti kamu, Biru." Dylan menghe

  • Ah! Enak Mas Dokter   Bab 646: Kita Berteman?

    Pintu ruangan kayu lapuk itu ditarik paksa hingga terbuka. Sang ketua anak jalanan masuk dengan tatapan mata yang sangat bengis, diikuti oleh dua anak buahnya yang bertubuh besar.​Tanpa belas kasihan, mereka langsung melucuti semua barang berharga yang melekat di tubuh Dylan.Sepatu sekolah yang mahal, jam tangan pintar yang baru dibelikan Daddy-nya bulan lalu, hingga sisa uang jajan di saku celananya dirampas begitu saja.Seragam sekolah internasionalnya yang kotor dan robek dipaksa untuk dilepas.​"Sekarang kamu pakai ini!" bentak sang ketua sambil melemparkan sepotong kaos oblong yang sangat kusam, berlubang di bagian bahu, serta celana pendek kain yang sudah pudar warnanya.Baju itu adalah baju bekas milik anak jalanan lain yang sudah tidak terpakai, sangat mirip dengan baju yang biasa dipakai Biru.​Dylan yang tubuhnya masih dipenuhi lebam kebiruan dan

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status