“Sudah, jangan berdebat terus, lebih baik kita pulang sekarang!” Agung menyentuh bahu Abdi yang kini duduk di sebelahnya. Abdi bukan tidak ingin pergi tapi dia cemas dengan kondisi Vira, apalagi Renaldi sudah berpesan pada Abdi Sasena untuk menjaganya selama perjalanan menuju ke kediaman Roi. Melihat Abdi tidak kunjung menyalakan mesin mobil Agung kembali bicara, “Vira pasti sudah sampai di rumah, dia pasti akan naik taksi, dia tidak akan jalan kaki ke rumah.”Abdi menatap Agung di sampingnya sementara Melati melipat kedua tangannya sambil melengos ke arah jendela samping.“Vira nggak bawa tas, dia juga nggak bawa dompet, lokasi ini jarang ada kendaraan umum lewat. Meskipun tak jauh dari sini ada jalan besar, tidak banyak kendaraan selain truk yang mengangkut pasir dan batu dari area pegunungan.”Agung Setiaji tidak tahu harus bagaimana menjawab perkataan putranya. “Ya, sudah, kita cari saja Vira, dia tadi jalan ke arah sana!” tunjuknya pada Abdi Sasena.“L
Leer más