Masuk***
Di sisi lain, Vira sudah sampai di rumah sakit dan dia kini sedang menemani Renaldi.Abdi Sasena bergegas untuk menemui Renaldi dan Vira karena dia ingin mengatakan niat jahat Ambarwati terhadap keluarganya. Abdi merasa tidak bisa mengatasi masalah tersebut jadi kedatangan Abdi bertemu dengan Vira kali ini, dia secara khusus ingin meminta bantuan dari Vira untuk mencegah Ambarwati.Abdi memarkirkan mobilnya, dengan tergesa-gesa dia menuju ke kamar di mana Renaldi dirawat. KetTidak lama setelah Ambarwati pergi, Melati keluar dari pintu kamar mandi di dalam kamarnya. Dia tadi memergoki Ambarwati bicara pada dirinya sendiri, dan juga melihat Ambarwati memasukkan sesuatu ke dalam teh di cangkir yang ada di meja samping ranjang.Melati menggelengkan kepalanya sambil duduk di tepi ranjang.Yang aku lihat tadi? Apa Ambar benar-benar ingin mencelakaiku? Kenapa dia sangat membenciku? Padahal selama ini aku sudah menganggapnya sebagai anakku sendiri bahkan menikahkannya dengan Renaldi putra yang paling aku sayangi.Melati tidak ingin percaya dengan apa yang dia saksikan tadi jadi dia segera mengambil cangkir tersebut dan bersiap untuk meminumnya. Ketika bibir cangkir hampir menyentuh bibir Melati tiba-tiba Vira datang dan membuka pintu kamarnya. Vira tidak mengatakan apa pun dan langsung merebut cangkir tersebut dari genggaman tangan Melati lalu membuangnya ke dalam vas bunga yang berada tak jauh dari posisi mereka, setelah Vira melemparkan cangkir te
***Di sisi lain, Vira sudah sampai di rumah sakit dan dia kini sedang menemani Renaldi. Abdi Sasena bergegas untuk menemui Renaldi dan Vira karena dia ingin mengatakan niat jahat Ambarwati terhadap keluarganya. Abdi merasa tidak bisa mengatasi masalah tersebut jadi kedatangan Abdi bertemu dengan Vira kali ini, dia secara khusus ingin meminta bantuan dari Vira untuk mencegah Ambarwati.Abdi memarkirkan mobilnya, dengan tergesa-gesa dia menuju ke kamar di mana Renaldi dirawat. Ketika langkah kakinya sudah tiba di depan kamar Renaldi, Abdi melihat Vira sedang menyeka wajah dan leher Renaldi.Abdi masuk ke dalam ruangan, Vira menoleh ke arahnya.“Renaldi, dia baik-baik saja kan?” tanya Abdi pada Vira.Vira menganggukkan kepalanya, Vira kembali menatap Renaldi yang masih tidur di ranjang.“Syukurlah, aku cemas kalau Ambarwati kembali melukai Renaldi.”“Kak Abdi kenapa di sini? Mama pasti lebih membutuhkan Kakak di rumah.” Vira berkata tanpa mengalihkan p
“Sudah, jangan berdebat terus, lebih baik kita pulang sekarang!” Agung menyentuh bahu Abdi yang kini duduk di sebelahnya. Abdi bukan tidak ingin pergi tapi dia cemas dengan kondisi Vira, apalagi Renaldi sudah berpesan pada Abdi Sasena untuk menjaganya selama perjalanan menuju ke kediaman Roi. Melihat Abdi tidak kunjung menyalakan mesin mobil Agung kembali bicara, “Vira pasti sudah sampai di rumah, dia pasti akan naik taksi, dia tidak akan jalan kaki ke rumah.”Abdi menatap Agung di sampingnya sementara Melati melipat kedua tangannya sambil melengos ke arah jendela samping.“Vira nggak bawa tas, dia juga nggak bawa dompet, lokasi ini jarang ada kendaraan umum lewat. Meskipun tak jauh dari sini ada jalan besar, tidak banyak kendaraan selain truk yang mengangkut pasir dan batu dari area pegunungan.”Agung Setiaji tidak tahu harus bagaimana menjawab perkataan putranya. “Ya, sudah, kita cari saja Vira, dia tadi jalan ke arah sana!” tunjuknya pada Abdi Sasena.“L
*** Di sisi lain, Roi sudah kembali ke jasadnya sendiri akan tetapi dia terluka sangat parah dan tidak bisa pulih dalam waktu singkat. Sesaji yang dia gunakan untuk mengambil jasad Renaldi kemarin seluruhnya berantakan, bahkan tujuh ekor ayam jantan hitam yang belum sempat dia gunakan untuk mematri jiwanya di dalam jasad Renaldi semuanya mati tanpa sebab yang jelas. Bunga yang berbau harum dia gunakan bersama kemenyan sudah porak-poranda yang berantakan. “Siapa yang sudah melakukan semua ini? Vira? Tidak mungkin dia repot-repot datang ke tempat ini lagi. Jin yang aku pelihara? Tidak, mereka tidak pernah berani menyentuh sesaji yang aku siapkan untuk pemujaan!” Roi memegangi dadanya yang sakit, pria itu menjatuhkan dirinya di kursi karena tidak mampu berdiri dalam waktu lama. Tidak lama setelah Roi menyandarkan punggungnya di kursi, terdengar suara keributan dan teriakan dari luar rumah. “Roi? Inikah hasil yang kamu bilang sukses kemarin? Sampa
Ratu Dewi Kenanga masih menguasai tubuh Vira. “Aku baru saja mengeluarkan kekuatan besar, jika aku terus mengambil kesadaran Vira sepenuhnya bisa-bisa jiwaku melebur dan menjadi satu dengan jiwa Vira. Selama turun-temurun aku selalu mengikuti cucu-cucuku, tapi keselarasan yang aku temukan saat merasuki tubuh mereka hanya bisa menyatu seutuhnya di dalam tubuh Vira. Selama Vira belum melahirkan aku tidak boleh meninggalkannya, situasi berbahaya mungkin akan kembali datang.” Melihat kondisi sekitar sudah aman dia berniat mengembalikan kesadaran Vira sementara dirinya kembali beristirahat di dalam tubuh Vira. Ratu Dewi Kenanga ingin kembali menuju ke ruangan di mana Vira dirawat sebelumnya, belum sampai melangkah pergi tiba-tiba kakinya dipegangi oleh Renaldi yang tadinya terkapar di lantai.“Vira, kamu mau ke mana? Apa kamu akan pergi meninggalkanku? Jika ini hanya mimpi aku ingin tinggal selamanya di dalam mimpi, asalkan bisa melihatmu aku sudah merasa lega.” “Dasar
Vira mendorong dada Renaldi menjauh darinya. Vira merasa mereka tidak boleh melakukan hubungan badan saat situasi masih genting seperti sekarang. Wajah Renaldi terlihat kecewa lantaran Vira menolak keinginannya. Tidak bisa menahan diri untuk tidak menanyakanya pada Vira, biasanya Vira tidak pernah memperlakukan dirinya seperti sekarang.“Apa aku tidak menarik lagi di matamu?”Vira tertawa tanpa suara lalu menyentuh kedua bahu Renaldi dan membisikkan sesuatu di telinga Renaldi. “Bukan menarik atau tidak menarik, aku tahu kamu sengaja melepaskan raga Renaldi sekedar untuk menemukanku kembali di sini! Roi!”Renaldi sangat terkejut, lebih tepatnya Roi yang sudah pernah mengambil alih tubuh Renaldi memang sengaja mengambil kesempatan itu untuk membuat Vira tunduk dan patuh padanya. “Kamu bisa mengenaliku? Bagaimana mungkin? Aku sudah mengurung jiwa wanita iblis itu, apa ada yang membebaskannya?” Renaldi yang kini dikuasai oleh Roi berkata pada dirinya sendiri s







