Adinda kembali ke Purworejo lebih cepat dari jadwal yang ditentukan sebelumnya. Saat dia tiba di rumah, rumah terlihat sepi pikirnya Ningrum sedang pergi entah ke mana jadi dia langsung masuk ke dalam seperti biasanya.Saat melintasi kamar Ningrum, Adinda mendengar suara erangan nikmat Ningrum bersama seorang pria entah siapa."Ayo Mas, dorong lebih cepat lagi, ooouhhh, ouhhh, ohhh, Mas pepekku nggak tahan sudah pengen muncrat, ooohhh, oohhh, ayo oohhh, lebih keras lagi," pinta Ningrum seraya menungging meremat tepian ranjang."Pepekmu enak sekali Ning, oohh, ohhh, ohh, batangku terasa terbenam dalam dan diurut-urut ohhhh, Ning, oohhh!" Erang seorang pria yang menjadi lawan mainnya di ranjang dalam kamar tersebut.Adinda mengepalkan tangannya, dia merasa jijik dan kesal atas tindakan ibunya di balik daun pintu kamar yang menutup. "Mama sama siapa di dalam? Kenapa bukan sama Papa Bram?" Adinda bertanya pada dirinya sendiri.Karena penasaran dengan pacar Ningrum, Adinda diam-diam mengi
Read more