Di kamar mandi pertama lantai atas. Galaxy melirik jam tangannya, masih merah tak ada sinyal. Harus menang debat.Galaxy kembali berulah. "Ini tidak ada air hangatnya. Dan kenapa sabunnya merk murah begini? Kulitku bisa iritasi dan ruam-ruam.""Masuk, Bocah! Atau aku remas-remas kamu sekarang!" pria itu sudah hampir kehilangan kendali, tangannya gemetar menahan emosi dan diremas-remas di depan mata nyalangnya.Akan tetapi, ujung-ujungnya si preman tetap tak berkutik.Ok, ganti kamar mandi lagi."Kamar mandi ini lampunya terlalu kuning, aku tidak bisa melihat kebersihan airnya!" protes Galaxy di kamar mandi itu."Apa hubungannya lampu dengan pipis, hah?!" teriak pria itu sampai suaranya serak. Dadanya naik turun bergetar. "Logika dasar. Kalau airnya keruh dan aku tidak melihatnya, itu berbahaya!"Preman itu menyingsingkan lengannya. "Bocah, bilang saja kalau kamu bosan hidup!"Galaxy sebenarnya takut, tapi ditahan. "Om yang bosan hidup. Aku cukup teriak kalau Om macam-macam dan yang d
Last Updated : 2025-12-28 Read more